PORTAL7.CO.ID - Menjelang putaran final Piala Dunia 2026, pelatih Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel, menyuarakan kekhawatiran serius mengenai kondisi fisik para penggawa The Three Lions. Kekhawatiran ini semakin menguat menyusul hasil minor yang diraih timnas dalam laga persahabatan baru-baru ini.
Skuad Inggris harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor akhir 0-2 saat bertanding di Stadion Wembley pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini menjadi catatan negatif yang menambah beban pikiran sang pelatih asal Jerman tersebut.
Sorotan utama dalam laga tersebut adalah ketidakhadiran kapten tim, Harry Kane, yang terpaksa batal bermain karena masalah kebugaran yang muncul pada sesi latihan terakhir. Tuchel mengakui bahwa absennya Kane memberikan dampak signifikan pada kekuatan tim secara keseluruhan.
Tuchel secara terbuka menyatakan betapa krusialnya peran sang penyerang Bayern Munchen tersebut bagi dinamika permainan Inggris. "Tanpa kehadiran Harry Kane, kami tidak memiliki ancaman yang sama," ujar Thomas Tuchel.
Ia melanjutkan bahwa kehilangan pemain dengan kualitas sekelas Kane akan dirasakan dampaknya oleh tim mana pun, termasuk klub-klub raksasa sekalipun. Kehilangan kapten diyakini menggerus mentalitas dan ketajaman lini serang timnas Inggris.
Dalam upaya mengatasi ketiadaan Kane, Tuchel sempat mencoba taktik false nine dengan menempatkan Phil Foden sebagai ujung tombak serangan. Namun, eksperimen ini tidak memberikan hasil maksimal hingga akhirnya Dominic Solanke dimasukkan pada babak kedua.
Pelatih berusia itu menegaskan bahwa ia tidak sedang mencari pengganti yang memiliki profil identik dengan Harry Kane. Menurutnya, stok pemain dengan profil spesifik seperti Kane memang tidak tersedia dalam komposisi tim Inggris saat ini.
Kekalahan dari Jepang juga diperparah oleh banyaknya pilar penting yang harus menepi akibat cedera, dengan total delapan pemain absen selama periode jeda internasional Maret 2026 ini. Dilansir dari Bola, Tuchel melihat beban kerja pemain di level klub sebagai akar masalah utama.
Tuchel menilai investasi waktu dan energi pemain di liga-liga elit Eropa telah menyebabkan kelelahan fisik yang berujung pada cedera otot. "Itu bukan alasan, itu hanya penjelasan mengapa semuanya tidak berjalan dengan sangat mulus," kata Thomas Tuchel.