Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek. Kondisi atmosfer yang tidak stabil diprediksi akan berlangsung selama lima hari ke depan hingga 25 Februari 2026. Masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan yang lebih besar.

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dampak cuaca buruk sudah mulai terasa di ibu kota. Hingga Jumat, 20 Februari 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 31 RT dilaporkan telah terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Petugas gabungan kini telah disiagakan di berbagai titik rawan untuk memantau kenaikan debit air sungai secara berkala.

Untuk periode 20 Februari 2026, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat bagi wilayah Kota Tangerang, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. Sementara itu, wilayah lain seperti Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Depok masuk dalam kategori waspada hujan dengan intensitas sedang. Selain curah hujan tinggi, ancaman angin kencang diprediksi akan menyapu hampir seluruh wilayah Jabodetabek dalam waktu dekat.

Memasuki tanggal 21 Februari 2026, titik konsentrasi hujan lebat diprakirakan akan bergeser ke arah selatan dan barat wilayah penyangga Jakarta. Kabupaten Tangerang, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan kini berada dalam status siaga menghadapi potensi cuaca yang sangat ekstrem. BMKG mengingatkan bahwa durasi hujan yang lama dapat memicu luapan sungai besar yang mengalir menuju wilayah dataran rendah.

Pada hari ketiga, tepatnya 22 Februari 2026, wilayah Kabupaten Bogor dan Jakarta Timur tetap menjadi fokus utama pengawasan cuaca nasional. Meskipun intensitas hujan diprediksi mulai melandai di beberapa titik, status siaga masih tetap berlaku untuk kedua wilayah strategis tersebut. Fenomena angin kencang juga diperkirakan masih akan terjadi di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga ke wilayah Kabupaten Tangerang.

Memasuki periode 23 hingga 24 Februari 2026, BMKG memprakirakan adanya penurunan intensitas curah hujan secara signifikan di sebagian besar Jabodetabek. Status cuaca terpantau turun menjadi kategori waspada yang hanya mencakup wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kabupaten Bogor. Meski demikian, potensi genangan akibat akumulasi air dari hari-hari sebelumnya tetap harus diantisipasi secara serius oleh pemerintah daerah.

Pemerintah mengimbau warga untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG dan BPBD setempat. Langkah mitigasi mandiri seperti mengamankan barang berharga dan dokumen penting sangat disarankan dilakukan sebelum debit air meninggi. Koordinasi antarwilayah terus diperkuat guna memastikan penanganan dampak banjir di seluruh kawasan Jabodetabek berjalan secara efektif dan cepat.