PORTAL7.CO.ID - Persija Jakarta kini tengah fokus penuh dalam mengasah ketajaman lini serang mereka demi menghadapi sisa kompetisi Liga Indonesia musim 2025/2026. Langkah strategis ini diambil setelah tim kebanggaan ibu kota tersebut menunjukkan performa impresif pada laga terakhirnya.
Pelatih kepala Mauricio Souza memberikan instruksi khusus kepada para penggawa Macan Kemayoran untuk mempertahankan efektivitas penyelesaian akhir. Arahan ini diberikan sebagai persiapan matang menjelang pertandingan penting yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (15/4/2026).
Kebangkitan Persija Jakarta ditandai dengan kemenangan meyakinkan tiga gol tanpa balas saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan sebelumnya. Hasil positif ini sekaligus memutus tren negatif di mana tim sempat gagal meraih poin penuh dalam tiga pertandingan beruntun.
"Tim yang bermain seperti melawan Persebaya menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk meraih hal-hal besar," kata Mauricio Souza sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Dilansir dari Detik Sport, kemenangan krusial melawan Persebaya tersebut dipastikan melalui eksekusi penalti Allano Lima serta dua gol tambahan dari Eksel Runtukahu. Souza kini menekankan pentingnya menjaga ritme menyerang tersebut agar target posisi di akhir musim dapat tercapai.
Juru taktik asal Brasil tersebut turut mengingatkan anak asuhnya bahwa persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia sangatlah kompetitif. Ia menegaskan bahwa kesalahan sekecil apa pun dalam memanfaatkan peluang bisa berakibat fatal bagi posisi tim.
Upaya Diplomasi Sepak Bola Gianni Infantino di Kongres FIFA Vancouver Menuai Sorotan Global
"Namun jika kami tidak menjaga konsistensi dalam kompetisi yang sulit, maka tidak akan bisa mencapai tujuan utama," ujar Mauricio Souza menambahkan.
Berdasarkan data statistik hingga pekan ke-27, efektivitas serangan Persija memang menjadi catatan evaluasi yang serius bagi tim pelatih. Meskipun telah melepaskan total 309 tembakan dengan 153 di antaranya tepat sasaran, tim baru mampu mengonversinya menjadi 50 gol.
Rasio konversi yang belum optimal tersebut menjadi alasan utama bagi Souza untuk terus memacu performa para penyerangnya di lapangan. Ia berharap efektivitas tembakan yang ditunjukkan saat menghadapi Persebaya bisa menjadi standar baru bagi tim.