PORTAL7.CO.ID - Penyerang sayap Persebaya Surabaya, Riyan Ardiansyah, kini mengusung motivasi tinggi untuk memberikan dampak lebih besar bagi tim berjuluk Bajol Ijo. Tekad ini muncul setelah dirinya berhasil memecah kebuntuan dengan mencetak gol pertamanya pada musim kompetisi kali ini.

Meskipun Persebaya harus menerima hasil minor dengan kekalahan 1-2 saat menghadapi Madura United, penampilan Riyan tetap menjadi catatan positif. Pemain lincah ini dinilai mampu memberikan warna baru dalam skema penyerangan tim kebanggaan Bonek tersebut.

Gol yang dinanti-nantikan tersebut tercipta pada menit ke-82 melalui sebuah skema serangan yang tertata rapi, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Riyan sukses mengonversi umpan matang dari Milos menjadi gol melalui satu sentuhan presisi yang mengarah ke sudut gawang.

Bagi Riyan, torehan ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan sebuah pencapaian emosional yang sangat berarti. Ini merupakan gol pembukanya bersama Persebaya musim ini sekaligus menjadi bukti kesiapannya untuk bersaing di lini depan.

"Tentunya bersyukur. Selain gol perdana untuk Persebaya, ini juga jadi gol pertama saya musim ini. Ini menjadi motivasi saya ke depannya untuk lebih baik lagi," ujar Riyan.

Semangat untuk memberikan hasil maksimal bagi klub tidak hanya tertuju pada urusan mencetak gol ke gawang lawan. Riyan menegaskan bahwa peran sebagai pelayan bagi rekan setimnya melalui umpan matang atau assist juga menjadi prioritas utamanya.

"Setiap pertandingan sama, saya ingin bermain maksimal. Baik cetak gol maupun assist. Bismillah bisa memberi kontribusi nyata di laga ke depan," ungkap Riyan.

Walaupun telah berhasil mencatatkan namanya di papan skor, sang pemain enggan merasa puas dengan performa yang ditunjukkannya. Ia menyadari bahwa masih ada ruang untuk perbaikan demi mengangkat posisi tim di klasemen kompetisi.

Riyan berkomitmen untuk mengevaluasi setiap kekurangan teknis yang terjadi di lapangan melalui sesi latihan yang lebih keras. Fokus utamanya adalah memastikan kesalahan pada pertandingan sebelumnya tidak terulang kembali di laga-laga krusial mendatang.