PORTAL7.CO.ID - Tottenham Hotspur menghadapi tantangan berat di sisa empat pertandingan Liga Inggris musim 2026, di mana mereka masih terperosok di zona merah klasemen. Kemenangan penting pekan lalu melawan Wolves memberikan sedikit nafas, namun kini fokus utama beralih pada laga penentuan melawan Aston Villa pada Minggu, 3 Mei 2026.

Manajer Roberto De Zerbi secara tegas meminta skuadnya untuk menghentikan pola pikir negatif yang selama ini menghantui tim menyusul rentetan hasil minor sepanjang tahun 2026. Menurutnya, hambatan terbesar Spurs saat ini bukanlah lawan di lapangan, melainkan mentalitas internal yang mulai mengarah pada keluhan.

"Tantangan terpenting saat ini adalah membungkam suara di dalam diri kita, di dalam para pemain, staf, dan juga para penggemar," tegas Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Pelatih asal Italia tersebut mengidentifikasi bahwa suara-suara negatif tersebut cenderung memicu pikiran pesimistis, seperti merasa tim sedang sial atau terlalu banyak pemain yang cedera. Ia menolak keras anggapan bahwa tim telah menyerah sebelum berjuang maksimal di sisa musim ini.

"Suara ini menghasilkan pemikiran negatif dan suara itu mengatakan kita sedang tidak beruntung, kita memiliki terlalu banyak cedera. Kita kehilangan Xavi Simons dan dia adalah salah satu pemain paling penting bagi kita dalam dua pertandingan terakhir," ungkap Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Situasi cedera memang menjadi pukulan telak bagi Spurs, terutama setelah dipastikan bahwa Xavi Simons absen hingga akhir musim akibat cedera ACL. Selain itu, Dominic Solanke juga menyusul absen karena masalah hamstring, sementara kiper utama Guglielmo Vicario masih belum bisa bermain.

De Zerbi bahkan menanggapi kritik yang mungkin muncul mengenai fasilitas klub, menegaskan bahwa semua keluhan tersebut tidak relevan saat ini. "Staf medis kami tidak cukup baik, lapangan stadion tidak bagus, lapangan latihan kami tidak bagus. Memenangkan dua atau tiga pertandingan berturut-turut tidak mungkin karena kami belum memenangkan satu pertandingan pun di tahun 2026. Saya pikir itu semua hal negatif dan itu omong kosong," ujar Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.

Meskipun skuad pincang, De Zerbi meyakini bahwa pemain yang tersisa seperti Randal Kolo Muani dan Richarlison memiliki kualitas yang cukup untuk mencuri poin krusial dari markas Aston Villa. Ia menekankan bahwa meraih kemenangan di Villa Park bukanlah sebuah keajaiban bagi klub sebesar Tottenham.

"Ini seperti kita semua menangis dan terdegradasi. Tidak, belum. Kita harus mati di lapangan," tutur Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.