PORTAL7.CO.ID - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, yang akrab disapa Alit Kelakan, telah resmi terpilih kembali memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bali. Penetapan ini dilakukan untuk masa bakti periode 2026 hingga 2031.

Pemilihan tersebut dilaksanakan secara aklamasi dalam forum Konferensi Daerah (Konferda) DPD PA GMNI Bali yang diselenggarakan pada hari Kamis, 7 Mei 2026. Lokasi pelaksanaan kegiatan ini adalah di Sekretariat DPD GMNI Bali, Denpasar.

Alit Kelakan sebelumnya telah menjabat sebagai nakhoda organisasi tersebut selama satu periode, yakni dari tahun 2020 hingga 2026. Dengan terpilihnya kembali ini, ia akan melanjutkan kepemimpinan untuk lima tahun mendatang.

Jalannya persidangan pleno dalam Konferda tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) PA GMNI, Abdy Yuhana. Dalam acara tersebut, turut hadir tiga pengurus cabang definitif yaitu dari Tabanan, Gianyar, dan Badung.

Dilansir dari Detikcom, fokus utama kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan adalah penguatan internal organisasi. Hal ini akan dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber daya manusia yang sudah ada di dalam organisasi.

Mengenai strategi penguatan internal, Alit Kelakan menyampaikan komitmennya untuk melibatkan kembali personel lama. "Ke depan kami akan melibatkan kembali tim lama atau periode sebelumnya untuk memperkuat penataan organisasi," ujar Alit Kelakan, Ketua DPD PA GMNI Bali.

Selain restrukturisasi internal, prioritas lain yang ditetapkan adalah pembentukan kepengurusan sementara atau caretaker di lima wilayah. Wilayah tersebut meliputi Jembrana, Klungkung, Buleleng, Bangli, dan Denpasar.

Upaya pembentukan caretaker ini bertujuan untuk mengakselerasi proses penerbitan Surat Keputusan (SK) definitif bagi cabang-cabang yang sudah berhasil menyelesaikan konferensi daerah masing-masing.

Eksistensi kader PA GMNI dalam lembaga penyelenggara pemilu juga menjadi poin penting yang ditekankan oleh Alit Kelakan, mengingat kompleksitas koordinasi yang dihadapi saat ini.