Semangat menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah terpancar kuat di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Puluhan santri dari Pondok Pesantren Darul Mukhlishin menunjukkan dedikasi tinggi melalui aksi gotong royong massal. Mereka bekerja keras membersihkan lingkungan rumah ibadah yang sempat luluh lantak akibat bencana alam.
Fokus utama kegiatan ini adalah Masjid Darul Mukhlishin yang terletak di dalam kompleks pesantren tersebut. Bangunan suci ini sebelumnya mengalami kerusakan cukup serius setelah diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. Para santri kini bahu-membahu menyingkirkan sisa-sisa material yang terbawa arus air bah ke area masjid.
Kondisi masjid pasca bencana sempat memprihatinkan karena dipenuhi oleh tumpukan kayu gelondongan yang besar. Material kayu tersebut terbawa arus banjir bandang dan masuk hingga ke area inti bangunan masjid. Keberadaan puing-puing ini sempat menghambat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan bagi para santri.
Pihak pesantren menekankan bahwa kebersihan tempat ibadah merupakan prioritas utama menjelang pelaksanaan puasa. Kerja bakti ini dilakukan secara menyeluruh mulai dari pembersihan lantai hingga dinding bangunan yang kotor. Upaya kolektif ini bertujuan agar seluruh rangkaian ibadah Ramadan dapat berjalan dengan khusyuk dan lancar.
Aktivitas bersih-bersih ini tidak hanya sekadar membersihkan fisik bangunan, tetapi juga membangun solidaritas antar santri. Proses evakuasi kayu-kayu besar dilakukan dengan peralatan seadanya namun tetap mengedepankan aspek keselamatan. Hasilnya, area utama masjid kini mulai terlihat bersih dan terbebas dari sisa lumpur maupun sampah kayu.
Tahap akhir dari persiapan ini meliputi penataan kembali interior masjid dan pemasangan karpet sajadah. Pemasangan karpet dilakukan dengan teliti setelah dipastikan seluruh lantai masjid benar-benar kering dan steril. Langkah ini merupakan sentuhan akhir untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi jamaah yang akan beribadah.
Dengan selesainya kegiatan gotong royong ini, Masjid Darul Mukhlishin kini dinyatakan siap digunakan kembali. Para santri dan masyarakat sekitar menyambut gembira kembalinya fungsi masjid sebagai pusat ibadah di bulan suci. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti ketangguhan warga Aceh Tamiang dalam menghadapi dampak bencana.