Umat Muslim di Kota Pahlawan kini memasuki hari keenam dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Penting bagi seluruh masyarakat Surabaya untuk memperhatikan ketepatan waktu dalam memulai dan mengakhiri puasa setiap harinya. Panduan waktu ini sangat krusial agar ibadah yang dijalankan tetap sesuai dengan ketentuan syariat Islam yang berlaku.
Berdasarkan penanggalan masehi, hari Selasa tanggal 24 Februari 2026 merupakan momen penting bagi warga Surabaya untuk meningkatkan ketakwaan. Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah menetapkan jadwal resmi sebagai acuan bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut. Informasi ini menjadi pegangan utama agar rutinitas sahur dan berbuka dapat terencana dengan baik tanpa keraguan.
Jadwal imsakiyah yang dirilis oleh pemerintah menggunakan standar perhitungan waktu sepuluh menit sebelum adzan Subuh berkumandang. Sementara itu, waktu berbuka puasa ditentukan tepat saat matahari terbenam yang ditandai dengan seruan adzan Maghrib di wilayah setempat. Data akurat ini dapat diakses secara langsung oleh publik melalui situs resmi Bimas Islam milik Kemenag.
Sebelum menjalankan ibadah puasa, umat Muslim diwajibkan untuk memantapkan hati dengan membaca niat puasa Ramadhan pada malam hari. Lafaz niat yang umum dibaca adalah *Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala*. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesungguhan seorang hamba dalam menunaikan kewajiban selama satu bulan penuh.
Selain niat di awal, momen berbuka puasa juga dilengkapi dengan doa khusus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Doa yang sering dilafalkan berbunyi *Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin*. Membaca doa ini diharapkan dapat menambah keberkahan atas rezeki yang dinikmati saat membatalkan puasa setelah seharian menahan diri.
Ketepatan waktu dalam mengikuti jadwal imsakiyah sangat berpengaruh pada kenyamanan umat dalam beribadah di tengah kesibukan kota Surabaya. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau pembaruan informasi dari sumber otoritas resmi demi menghindari kekeliruan waktu yang tidak diinginkan. Penyelarasan jam lokal dengan jadwal pemerintah menjadi kunci utama kelancaran ibadah harian bagi setiap individu.
Dengan adanya panduan jadwal yang jelas, diharapkan warga Surabaya dapat menjalankan ibadah puasa 6 Ramadhan 1447 H dengan lebih khusyuk. Kedisiplinan waktu bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan dalam menjalankan rukun Islam. Semoga setiap amalan yang dikerjakan pada hari ini mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Sumber: Infonasional