PORTAL7.CO.ID - Peta persaingan di kelas utama MotoGP musim 2026 mengalami pergeseran signifikan yang menarik perhatian para pengamat otomotif global. CEO Ducati, Claudio Domenicali, secara terbuka mengakui bahwa posisi superior yang selama ini dipegang oleh tim asal Borgo Panigale tersebut mulai mendapatkan tantangan serius dari para kompetitornya.

Hingga memasuki awal Mei 2026, tim pabrikan Ducati Lenovo tercatat belum berhasil mengamankan podium tertinggi dalam empat seri balapan utama yang telah berlangsung. Situasi ini menunjukkan bahwa kekuatan teknis di lintasan kini semakin berimbang, sehingga menyulitkan Marc Marquez dan Francesco Bagnaia untuk mendominasi jalannya perlombaan seperti musim-musim sebelumnya.

"Meskipun Ducati tidak diragukan lagi telah menjadi motor terbaik selama empat atau lima tahun terakhir, namun saat ini persaingan jauh lebih seimbang dan supremasi yang ada sebelumnya tentu sudah hilang," ungkap Claudio Domenicali.

Dikutip dari Detik Oto, manajemen Ducati menilai bahwa sulit untuk memetakan posisi pasti setiap pebalap di klasemen saat ini. Hal tersebut dikarenakan hasil balapan sangat bergantung pada performa individu masing-masing pebalap yang kini memiliki selisih kekuatan motor yang semakin tipis.

Selain faktor teknis kendaraan, kondisi kebugaran pebalap juga menjadi sorotan utama manajemen, khususnya mengenai proses pemulihan Marc Marquez. Pebalap berjuluk The Baby Alien tersebut masih berupaya kembali ke performa puncaknya setelah sempat mengalami cedera serius pada balapan di Indonesia tahun lalu.

"Masa jeda balapan kali ini memungkinkannya untuk pulih sedikit lebih baik karena ia merasa sehat, meskipun cederanya tergolong cukup signifikan hingga membuatnya absen dari lintasan dalam waktu yang lama," ujar Claudio Domenicali.

Domenicali menjelaskan bahwa standar kompetisi di level tertinggi saat ini menuntut kesempurnaan mutlak dari setiap atlet. Menurutnya, margin kesalahan yang sangat kecil di lintasan dapat memberikan dampak besar pada hasil akhir yang diraih oleh tim di setiap Grand Prix.

"Untuk berada di atas motor ini pada level yang diperlukan untuk memenangkan balapan, seorang pebalap benar-benar harus berada di kondisi 101 persen karena kesiapan 98 persen saja tidak akan cukup," tambah Claudio Domenicali.

Terkait isu internal mengenai masa depan para pebalapnya, pihak Ducati memberikan sinyal positif mengenai kelanjutan kerja sama mereka. Manajemen mengonfirmasi bahwa proses administrasi sedang berjalan dan pengumuman mengenai susunan pebalap untuk musim mendatang akan segera dirilis ke publik.