PORTAL7.CO.ID - Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, mendorong institusi pendidikan Islam seperti pondok pesantren untuk terus memperkuat peran mereka sebagai pilar pendidikan dan dakwah yang menyejukkan bangsa. Penekanan ini disampaikan mengingat kompleksitas tantangan zaman yang semakin meningkat di era modern.

Ibas mengajak para pengelola pesantren untuk tidak mengisolasi diri dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat berkembang saat ini. Menurutnya, pembekalan wawasan kebangsaan dan pemahaman global sangat penting agar para santri tetap relevan dengan dinamika dunia kontemporer.

Salah satu fokus utama yang disorot oleh Ibas adalah perlunya menciptakan ekosistem belajar yang aman, berakhlak, dan bebas dari tindak kekerasan. Hal ini merupakan respons terhadap insiden perundungan yang sempat terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Pati, Jawa Tengah.

Mengenai isu keamanan di lingkungan pendidikan, Ibas menegaskan pentingnya penegakan disiplin yang humanis. "Jangan sampai ada kekerasan ataupun perundungan di lingkungan pendidikan kita. Pesantren harus menjadi tempat yang menenangkan, membangun karakter, dan menghadirkan kasih sayang," tegas Ibas.

Beliau berharap bahwa pesantren dapat menjadi ruang tumbuh kembang yang mengedepankan disiplin positif dan kasih sayang, sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi muda yang unggul secara moral maupun intelektual.

Pernyataan ini disampaikan Ibas saat agenda silaturahmi yang berlangsung di Kabupaten Pacitan pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya penguatan regulasi melalui implementasi Undang-Undang Pesantren yang telah disahkan.

Lebih lanjut, Ibas mengemukakan gagasan mengenai pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren di bawah struktur pemerintah pusat. Langkah ini diharapkan mampu menjamin distribusi dukungan sarana dan prasarana yang lebih merata bagi pesantren yang masih memerlukan bantuan.

"Kita ingin pesantren-pesantren yang belum berkembang maksimal juga mendapatkan perhatian dan bantuan yang adil dari pemerintah," jelas Ibas, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut.

Ibas juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para ulama dan kiai atas kontribusi strategis mereka dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. Ia menilai nilai-nilai Islam moderat adalah perekat utama keberagaman di tanah air.