Umat Muslim di Kota Makassar kini memasuki hari keempat pelaksanaan ibadah puasa pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Keakuratan waktu imsak dan berbuka menjadi aspek krusial bagi warga guna memastikan kelancaran rutinitas ibadah harian mereka. Pemerintah melalui Kementerian Agama RI telah menetapkan jadwal resmi sebagai acuan bagi masyarakat yang berada di wilayah Sulawesi Selatan tersebut.

Berdasarkan rilis resmi, waktu Imsak untuk wilayah Makassar pada Minggu, 22 Februari 2026, jatuh tepat pada pukul 04.43 WITA. Sepuluh menit berselang, azan Subuh akan berkumandang pada pukul 04.53 WITA sebagai penanda dimulainya waktu puasa secara syariat. Informasi ini sangat dinantikan oleh warga agar dapat mengatur waktu santap sahur dengan lebih efisien dan tenang.

Pergerakan matahari juga menentukan waktu ibadah lainnya, di mana matahari terbit di Makassar tercatat pada pukul 06.06 WITA. Bagi umat yang hendak melaksanakan salat Duha, waktu pelaksanaannya dimulai sejak pukul 06.33 WITA di wilayah setempat. Sementara itu, salat Zuhur dijadwalkan pada pukul 12.19 WITA dan diikuti oleh waktu Asar pada pukul 15.29 WITA.

Momen yang paling dinantikan oleh setiap orang yang berpuasa, yakni waktu Magrib atau berbuka, akan tiba pada pukul 18.26 WITA. Setelah menunaikan ibadah berbuka, umat Muslim dapat bersiap untuk melaksanakan salat Isya yang dijadwalkan pukul 19.36 WITA. Ketepatan waktu ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menyusun agenda ibadah malam hari, termasuk salat Tarawih.

Selain kepatuhan terhadap jadwal, kesempurnaan ibadah puasa juga sangat bergantung pada pembacaan niat yang benar sebelum fajar menyingsing. Masyarakat dianjurkan melafalkan niat puasa harian yang berbunyi "Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala". Niat ini merupakan wujud komitmen batiniah seorang hamba untuk menjalankan kewajiban karena Allah semata.

Terdapat pula pandangan dari mazhab Imam Malik yang memperbolehkan umat Muslim untuk berniat puasa untuk jangka waktu satu bulan penuh. Bacaan niat tersebut adalah "Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala" yang biasanya dilakukan pada malam pertama Ramadan. Pilihan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat agar ibadah tetap sah meskipun jika suatu saat lupa melafalkan niat harian.

Melalui panduan jadwal imsakiyah dan pemahaman niat yang tepat, diharapkan warga Makassar dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. Kedisiplinan dalam mengikuti waktu salat juga menjadi cerminan kualitas spiritualitas selama bulan penuh berkah ini. Semoga seluruh rangkaian ibadah Ramadan 1447 Hijriah ini dapat diterima dan membawa keberkahan bagi semua umat.