PORTAL7.CO.ID - Nissan secara resmi memperkenalkan lini SUV terbarunya, Rogue E-Power model 2027, pada hari Selasa, 14 April 2026. Peluncuran ini menandai langkah signifikan Nissan dalam mengadopsi sistem penggerak listrik yang didukung oleh mesin bensin.
Varian baru ini mengusung teknologi E-Power eksklusif dari Nissan, di mana motor listrik bertindak sebagai penggerak utama roda depan dan belakang secara langsung. Tujuan utama dari implementasi teknologi ini adalah menawarkan sensasi berkendara yang sangat menyerupai pengalaman menggunakan mobil listrik murni (BEV).
Di balik kap mesinnya, SUV ini dilengkapi dengan mesin bensin tiga silinder yang memanfaatkan dukungan turbocharger. Fungsi utama mesin konvensional ini bukanlah menggerakkan roda, melainkan berperan sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai.
Arus listrik yang dihasilkan oleh generator tersebut kemudian dialirkan menuju paket baterai berkapasitas kecil yang terpasang pada kendaraan. Baterai inilah yang kemudian menyuplai energi untuk mengoperasikan motor listrik selama mobil beraktivitas.
Ketika kondisi daya pada paket baterai mulai menipis, mesin bensin akan mengambil alih fungsi dengan menyalurkan tenaganya secara langsung ke motor listrik. Hal ini dilakukan untuk memastikan performa dan kelangsungan operasional kendaraan tetap terjaga.
Pengisian ulang energi pada sistem ini tetap mengandalkan infrastruktur konvensional, di mana pengguna hanya perlu mengisi bahan bakar bensin ketika tangki generator mulai kosong. Langkah ini dirancang untuk mempermudah transisi konsumen.
Langkah Nissan merilis varian hybrid ini lebih awal bertujuan menjadi jembatan bagi konsumen yang ingin beralih dari kendaraan konvensional ke mobil listrik. Desain Rogue 2027 juga dilaporkan mengalami pembaruan estetika dibandingkan dengan model plug-in hybrid versi 2026.
Menurut analisis dari Motor1, platform yang digunakan pada model ini dinilai sangat menjanjikan untuk kendaraan berjenis Extended Range Electric Vehicle (EREV). "Ini adalah platform yang sangat baik untuk EREV, dan seharusnya terbukti menjadi produk yang laris terjual jika harga bahan bakar tidak segera turun," kata analisis tersebut.
Nissan menempatkan prioritas utama pada varian hybrid ini dalam strategi produk mereka ke depan. Varian E-Power ini akan diluncurkan terlebih dahulu sebelum nantinya bergabung dengan jajaran model bermesin bensin reguler dalam portofolio mereka.