PORTAL7.CO.ID - Paris Saint-Germain (PSG) secara resmi memastikan diri lolos ke babak final Liga Champions musim ini. Kepastian ini didapat setelah mereka menahan imbang tuan rumah Bayern Munich dengan skor 1-1 pada pertandingan leg kedua semifinal yang berlangsung di Allianz Arena.
Pertandingan krusial tersebut dilaksanakan pada Kamis (7/5) dini hari WIB, dan hasil imbang tersebut sudah cukup membawa PSG melaju ke partai puncak berkat keunggulan agregat skor yang mereka raih sebelumnya. Agregat akhir pertandingan yang tercatat adalah 6-5 untuk keunggulan klub asal Prancis tersebut.
Gol pembuka keunggulan bagi PSG dicetak sangat cepat oleh penyerang mereka, Ousmane Dembele, hanya pada menit ketiga pertandingan. Namun, Bayern Munich berhasil menyamakan kedudukan melalui gol balasan yang dicetak oleh Harry Kane pada masa injury time babak kedua.
Meskipun bermain di hadapan pendukung sendiri, Bayern Munich gagal membalikkan keadaan agregat skor secara keseluruhan setelah menelan kekalahan pada pertemuan pertama di Paris. Kegagalan tuan rumah ini turut dipengaruhi oleh performa salah satu pemain kunci mereka di lini serang.
Sorotan tajam analisis pertandingan tertuju pada minimnya dampak yang diberikan oleh pemain sayap Bayern Munich, Michael Olise, sepanjang 90 menit pertandingan. Penampilannya dinilai mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan performa impresifnya saat leg pertama di Paris.
Data statistik yang dihimpun menunjukkan betapa minimnya kontribusi ofensif dari Olise pada laga tersebut. Ia tercatat hanya mampu melakukan 93 sentuhan bola dan hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari total empat kali percobaan yang dilakukan.
Lebih lanjut, performa Olise semakin tertekan karena ia tercatat kehilangan penguasaan bola sebanyak 30 kali selama jalannya pertandingan berlangsung. Statistik ini memperlihatkan bagaimana lini pertahanan PSG berhasil mengekang pergerakan lincah sang pemain sayap.
Efektivitas serangan yang diharapkan dari Olise berhasil diredam secara sangat disiplin oleh barisan pertahanan PSG, khususnya melalui pengawalan ketat yang dilakukan oleh bek sayap Nuno Mendes. Mendes menunjukkan performa pertahanan yang unggul dalam duel udara maupun darat melawan Olise.
Nuno Mendes tercatat berhasil memenangkan delapan dari sepuluh duel perebutan bola yang terjadi melawannya, selain itu ia juga sukses melakukan empat kali sapuan krusial untuk mengamankan area pertahanan timnya dari ancaman serangan balik.