PORTAL7.CO.ID - Fluminense berhasil mengamankan tiga poin penting dalam lanjutan pekan ke-8 Brasileirão dengan menaklukkan Atlético dalam laga yang cukup menguras tenaga di Stadion Maracanã. Kemenangan ini sangat krusial sebagai upaya pemulihan mental setelah mereka menelan kekalahan menyakitkan dari Vasco di laga sebelumnya.

Tim asuhan Fernando Diniz, yang saat ini diasuh oleh Zubeldia, tampak masih merasakan dampak psikologis dari kekalahan di tengah pekan tersebut. Meskipun mereka sempat unggul dua gol terlebih dahulu, Atlético mampu membalikkan keadaan dengan cepat dalam waktu kurang dari setengah jam pertandingan berjalan.

Kondisi mental tim tercermin dari minimnya antusiasme penonton yang hadir menyaksikan laga penting pemulihan mental tersebut. Para pendukung tim tuan rumah terlihat kecewa melihat inkonsistensi performa yang ditunjukkan oleh skuad mereka di awal laga.

Menghadapi situasi ini, Zubeldia mengambil langkah strategis dengan melakukan beberapa rotasi dalam susunan pemain utama. Guga masuk menggantikan Samuel di posisi bek kanan, sementara Castillo diplot di lini depan menggantikan peran JK dalam skema serangan tim.

Performa Acosta, yang seharusnya menjadi motor penggerak serangan tim, dinilai belum mencapai level performa terbaiknya pada awal pertandingan. Kondisi ini secara signifikan memengaruhi ritme permainan kolektif Fluminense secara keseluruhan di babak awal.

Namun, secara bertahap Fluminense mulai menemukan kembali irama permainannya, yang kemudian berbuah manis melalui gol yang dicetak oleh Castillo. Gol tersebut dilaporkan membuat permainan tim menjadi lebih cair dan mengurangi beban tekanan mental yang dirasakan para pemain.

Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan meningkat menjadi lebih dinamis, namun terlihat bahwa Fluminense mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah 20 menit berjalan. Menariknya, Zubeldia belum melakukan pergantian pemain meskipun tim tampak mulai menurun performanya di lapangan.

Atlético merespons dengan melakukan perubahan taktis untuk meningkatkan daya gedor serangan mereka, memaksa Fluminense untuk lebih banyak bermain secara defensif. Strategi tim beralih mengandalkan serangan balik cepat, namun peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan dengan baik oleh para penyerang.

Pada menit ke-40, Zubeldia akhirnya mengambil keputusan berani dengan melakukan empat pergantian sekaligus. Ganso, Soteldo, Alisson, dan Serna dimasukkan untuk menggantikan Acosta, Canobbio, Hercules, dan Savarino, menandakan upaya mencari energi baru di sisa waktu pertandingan.