PORTAL7.CO.ID - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, secara terbuka mengakui adanya unsur ketidakadilan dalam keputusannya mencoret nama Trent Alexander-Arnold dari daftar pemain yang dipanggil. Keputusan ini diambil jelang dua laga uji coba internasional yang digelar pada akhir Maret 2026.
Keputusan ini menjadi sorotan utama karena Alexander-Arnold, yang merupakan bek penting, tidak masuk dalam 35 nama pemain untuk menghadapi Uruguay dan Jepang di Wembley. Kedua pertandingan ini sendiri merupakan kesempatan krusial bagi pemain untuk meyakinkan Tuchel sebelum pengumuman skuad final Piala Dunia 2026.
Situasi bek yang kini memperkuat Real Madrid tersebut menjadi semakin kompleks setelah ia tidak dipanggil sebagai pengganti. Hal ini terjadi ketika Jarrell Quansah mengalami cedera, di mana Tuchel justru memilih untuk memanggil kembali Ben White dari Arsenal.
Tuchel menyadari betul bahwa keputusannya ini akan memicu reaksi publik dan media. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut murni didasarkan pada pertimbangan teknis dan olahraga semata.
Mengenai dampak keputusan tersebut terhadap sang pemain, Tuchel menyampaikan pemahamannya. "Itu murni keputusan olahraga. Mungkin pilihan yang sulit dan sampai tingkat tertentu tidak adil," ujar Thomas Tuchel.
Pelatih asal Jerman tersebut mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi langsung dengan Alexander-Arnold untuk menjelaskan latar belakang pemilihannya. Komunikasi ini dilakukan agar sang pemain dapat memahami situasi yang ada.
"Kami sudah berbicara lewat telepon dan saya mencoba menjelaskan situasinya. Dia hanya harus menerimanya," lanjutnya, menekankan perlunya penerimaan dari pihak pemain.
Di sisi lain, pemanggilan kembali Ben White, yang sempat absen lama, juga menuai kritik dari berbagai pihak. White terakhir kali membela Inggris pada Piala Dunia 2022 sebelum akhirnya meninggalkan skuad lebih awal.
Tuchel menjelaskan bahwa respons Ben White ketika dihubungi mengenai kemungkinan kembali ke tim nasional sangatlah positif. Hal ini menjadi indikator keseriusan White untuk kembali berkontribusi bagi Inggris.