PORTAL7.CO.ID - Antusiasme tinggi mewarnai putaran pertama Final Four Proliga 2026 yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur, pada periode 2 hingga 5 April 2026. Kota metropolitan ini kembali membuktikan diri sebagai pusat perhatian utama dalam kancah bola voli nasional.

Surabaya dipilih bukan tanpa alasan, mengingat posisi geografisnya yang sangat mendukung mobilitas penonton dari berbagai daerah sekitar. Hal ini menjadi salah satu faktor utama tingginya minat yang terlihat di arena pertandingan.

Reginald Nelwan, selaku Wakil Ketua Proliga, menyoroti tingginya animo masyarakat yang memadati venue sepanjang babak krusial ini. Ia mencatat bahwa basis penggemar bola voli di Surabaya sangat solid dan responsif terhadap kompetisi.

"Surabaya sangat ramai, dengan jumlah penonton yang luar biasa. Kami mengamati bahwa kota ini memiliki potensi basis penggemar yang sangat baik," ungkap Reginald kepada jurnalis, termasuk Kompas.com, setelah sesi konferensi pers pada Rabu (1/4/2026) sore.

Keputusan penyelenggara menunjuk Surabaya sebagai lokasi Final Four juga didasarkan pada kesiapan infrastruktur olahraga yang memadai. Fasilitas yang ada dinilai mampu menampung lonjakan penonton yang ingin menyaksikan delapan tim terbaik berlaga.

Fase Final Four ini mempertemukan empat tim putra dan empat tim putri yang berjuang keras memperebutkan slot di babak grand final. Setiap hari penyelenggaraan, dua pertandingan bergantian digelar untuk kedua sektor kompetisi.

Meskipun struktur umum Final Four dipertahankan, terdapat penyesuaian jadwal yang mencolok pada musim 2026 ini. Perubahan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi daya tarik pertandingan tertentu di mata penonton.

"Pada Final Four kali ini, sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok. Namun, pertandingan putri kini menjadi laga penutup," tuturnya, merujuk pada perubahan urutan pertandingan.

Pergeseran jadwal laga putri menjadi penutup hari disebabkan oleh peningkatan signifikan popularitasnya dalam beberapa musim terakhir. Peningkatan ini terlihat baik dari jumlah penonton langsung maupun audiens daring yang menyaksikan pertandingan.