PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah nyata dalam mendukung penggunaan energi bersih dengan melelang puluhan kendaraan operasional berbahan bakar minyak pada Rabu, 15 April 2026. Kebijakan ini dipandang sebagai solusi praktis untuk mempercepat transisi menuju ekosistem kendaraan listrik di lingkungan birokrasi.
Terdapat sebanyak 80 unit kendaraan yang terdiri dari sepeda motor dan mobil dinas yang masuk dalam daftar lelang pada tahap kali ini. Proses penjualan aset negara ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi pembaruan armada yang lebih ramah lingkungan dalam waktu dekat.
Dilansir dari Detikcom, target penyelesaian proses lelang ini dipatok sebelum memasuki bulan kelima tahun 2026. Langkah tersebut diambil agar seluruh kegiatan operasional kedinasan di Kota Pahlawan dapat segera beralih menggunakan moda transportasi modern berbasis listrik.
Rekomendasi Reformasi Polri Tuntas: Usulan Kementerian Keamanan Dikesampingkan Presiden Prabowo
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pelepasan aset kendaraan lama ini merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah membersihkan stok kendaraan operasional berbasis bahan bakar fosil yang masih tersisa dari periode sebelumnya.
"Karena itu kami hari ini juga punya komitmen 80 kendaraan juga kami lelang. Itu kendaraan untuk sepeda motor dan mobil yang kemarin belum terlelang," kata Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.
Pemerintah kota telah menetapkan jadwal yang cukup ketat agar pada Mei 2026 mendatang, seluruh jajaran pemerintahan sudah sepenuhnya beralih ke teknologi listrik. Percepatan lelang menjadi kunci utama agar tidak ada lagi unit kendaraan lama yang terbengkalai di garasi dinas.
"Karena target kami di bulan Mei sudah menggunakan full listrik semua, baik motor maupun mobil," ujar Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.
Selain aspek teknis, kebijakan ini juga menekankan pentingnya keteladanan dari para pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya. Setiap pemegang jabatan yang berhak mendapatkan fasilitas kendaraan dinas akan langsung diarahkan untuk menggunakan unit bertenaga listrik.
"Yang memang menggunakan mobil dinas, itu bisa menggunakan mobil listrik," tambah Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.