PORTAL7.CO.ID - ParagonCorp menggelar diskusi reflektif bertajuk Her Strength, Her Light di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta, sebagai langkah nyata memperkuat komitmen pemberdayaan perempuan. Acara yang dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Kartini ini fokus pada pengembangan inisiatif Women’s Space guna menjawab tantangan keraguan diri yang kerap dialami perempuan.
Langkah strategis ini diambil berdasarkan data riset Mestara tahun 2025 yang menyoroti adanya kesenjangan antara motivasi dan kepercayaan diri. Dilansir dari Cantika, hasil riset tersebut menunjukkan bahwa meskipun 83 persen perempuan memiliki keinginan kuat untuk maju, hanya sekitar 30 persen yang merasa cukup percaya diri untuk memulai langkah nyata.
Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, menegaskan bahwa hambatan internal harus dihadapi sebagai bagian dari proses pertumbuhan. Penegasan ini muncul karena mayoritas perempuan memerlukan dukungan konkret untuk mengubah motivasi mereka menjadi sebuah tindakan nyata.
"Berbagai studi menunjukkan bahwa mayoritas perempuan memiliki motivasi untuk berkembang, namun tidak semuanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup untuk melangkah. Sebagai contoh, riset Mestara (2025) menunjukkan bahwa 83% perempuan ingin berkembang, namun hanya sekitar 30 persen yang merasa cukup percaya diri untuk mengambil langkah tersebut," kata dr. Sari Chairunnisa.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Sari juga merefleksikan pengalaman pribadinya saat menghadapi keraguan diri di tengah tanggung jawab profesional yang besar. Ia meyakini bahwa perasaan belum cukup adalah hal alami yang justru bisa memicu kedewasaan dan sikap rendah hati dalam perjalanan karier.
"Sering kali perempuan terlihat tenang dan mampu, tetapi di dalamnya tetap ada pertanyaan: apakah saya sudah cukup? Saya juga pernah berada di titik itu. Namun saya belajar bahwa keraguan bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan dihadapi dan justru dari situlah kita bertumbuh, sekaligus tetap rendah hati," ujar dr. Sari Chairunnisa.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi turut memberikan pandangannya mengenai cara mengubah keraguan menjadi energi positif bagi kemajuan diri. Menurutnya, kegelisahan mengenai kapasitas pribadi seharusnya tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi pemantik semangat untuk melangkah lebih jauh.
"Pertanyaan ‘saya sudah cukup belum ya?’ atau ‘saya masih bisa lebih maju nggak ya?’ sering muncul di benak kita sebagai perempuan. Namun bagi saya, justru saat pertanyaan itu hadir, di situ lah semangat saya tumbuh," kata Retno Marsudi.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, juga membagikan kisah perjuangannya meniti karier di lingkungan yang sangat kompetitif. Ia menekankan bahwa ketangguhan mental adalah kunci utama untuk membuka jalan bagi generasi perempuan di masa depan.