PORTAL7.CO.ID - Sebuah aksi kepedulian sosial yang menyentuh hati menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet baru-baru ini. Aksi tersebut dilakukan oleh seorang penumpang kereta api yang sedang dalam perjalanan mudik ramai.

Inisiatif ini bukan sekadar berbagi makanan, melainkan merupakan strategi komunikasi yang sangat santun untuk mengantisipasi potensi gangguan selama perjalanan panjang. Penumpang tersebut membagikan bingkisan kecil berisi camilan kepada orang-orang di sekitarnya.

Kisah inspiratif ini pertama kali dibagikan melalui akun Instagram @tante.rempong.offficial pada tanggal 20 Maret. Unggahan tersebut memperlihatkan bagaimana paket camilan tersebut juga dilengkapi dengan sebuah surat pribadi yang menjelaskan situasinya.

Paket camilan yang dibagikan berisi dua kemasan biskuit dan sebuah surat tulisan tangan yang ditulis dari perspektif bayi bernama Galvin. Bayi tersebut diketahui berusia 15 bulan dan sedang melakukan perjalanan pertamanya menuju kampung halaman sang ibu di Solo, Jawa Tengah.

Surat tersebut berisi permohonan pengertian dari penumpang lain atas kemungkinan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh bayi kecilnya. "Nantinya aku mungkin akan rewel, tantrum dan sedikit berisik," tulis surat tersebut.

Orang tua Galvin juga menyampaikan bahwa mereka akan berusaha keras untuk menenangkan sang anak selama perjalanan berlangsung. Mereka memohon maaf sebelumnya jika usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil menenangkan bayi mereka.

Dalam surat itu, orang tua Galvin juga mengucapkan terima kasih atas pengertian yang diberikan oleh penumpang lain. Mereka berharap penumpang lain dapat menikmati camilan yang dibagikan sebagai tanda penghargaan.

"Ada sedikit camilan, semoga kamu senang. Selamat menikmati perjalananmu, selamat sampai tujuan. Mohon maaf lahir dan batin," demikian bunyi penutup surat tersebut.

Aksi penyampaian permintaan maaf yang proaktif ini mendapatkan apresiasi tinggi dari warganet. Banyak yang menilai langkah ini menunjukkan tingkat empati dan kesopanan yang patut dicontoh dalam ruang publik yang padat.