Kabar gembira menyelimuti dunia pendidikan menjelang datangnya bulan suci Ramadan pada tahun 2026 mendatang. Para siswa di berbagai jenjang pendidikan diprediksi akan menikmati masa libur yang sangat panjang hingga mencapai puluhan hari. Kebijakan ini merupakan hasil sinkronisasi kalender pendidikan dengan hari libur nasional serta cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan Surat Edaran Bersama (SEB) tiga menteri, total durasi libur bagi sekolah dengan sistem lima hari kerja dapat mencapai 24 hari. Angka tersebut mencakup kombinasi antara libur akhir pekan, libur nasional, hingga masa pembelajaran mandiri di rumah. Sementara itu, bagi sekolah yang menerapkan sistem enam hari kerja, total waktu istirahat diperkirakan mencapai 21 hari.
Landasan hukum aturan ini melibatkan koordinasi antara Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. Aturan tersebut mempertegas sistem pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah agar tetap berjalan efektif meski dilakukan secara mandiri. Pemerintah juga telah menetapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk mengatur jadwal cuti bersama Idulfitri agar lebih terstruktur.
Rangkaian libur panjang ini akan dimulai pada pertengahan Februari 2026 yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Setelah libur nasional dan cuti bersama Imlek pada 16-17 Februari, siswa akan menjalani masa pembelajaran di rumah hingga 21 Februari. Momen ini menandai awal pelaksanaan ibadah puasa yang diperkirakan jatuh mulai pada tanggal 19 Februari 2026.
Memasuki bulan Maret, intensitas libur semakin meningkat terutama menjelang perayaan Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah. Sekolah, madrasah, dan lembaga PAUD dijadwalkan mulai libur bersama pada tanggal 16 hingga 17 Maret 2026. Rangkaian ini kemudian berlanjut dengan cuti bersama Nyepi serta libur nasional Idulfitri yang jatuh pada tanggal 21 dan 22 Maret.
Setelah merayakan hari kemenangan, para siswa masih akan mendapatkan tambahan waktu istirahat melalui cuti bersama hingga tanggal 28 Maret. Seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah baru akan kembali normal secara serentak pada hari Senin, 30 Maret 2026. Pemerintah berharap jeda panjang ini dapat dimanfaatkan oleh keluarga untuk mempererat silaturahmi serta menjalankan ibadah dengan tenang.
Secara keseluruhan, kalender pendidikan tahun 2026 memberikan fleksibilitas yang besar bagi para pelajar untuk menyeimbangkan antara akademik dan religi. Meskipun terdapat banyak hari libur, tanggung jawab belajar mandiri tetap harus diprioritaskan oleh setiap siswa selama di rumah. Persiapan matang dari orang tua dan pihak sekolah sangat diperlukan guna menyambut masa libur panjang yang cukup masif ini.