PORTAL7.CO.ID - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima kunjungan resmi delegasi penting dari Kerajaan Arab Saudi pada Selasa, 14 April 2026, di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan bilateral ini diselenggarakan sebagai upaya konkret untuk meningkatkan sinergi strategis dalam pembangunan kebudayaan kedua negara.

Fokus utama dari pertemuan penting ini adalah mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi selama kurun waktu 76 tahun terakhir. Kedua belah pihak menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong kerja sama lintas sektor yang lebih mendalam.

Penguatan kemitraan kedua negara mencakup penetapan tiga agenda prioritas utama yang disepakati bersama. Agenda-agenda tersebut meliputi kerja sama dalam lingkup Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang diakui UNESCO, peningkatan manajemen museum, serta pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Sektor ekonomi kreatif menjadi sorotan khusus, di mana kolaborasi direncanakan merambah industri film, sastra, musik, fesyen, hingga implementasi program residensi bagi para seniman. Hal ini menunjukkan ambisi kedua negara untuk memanfaatkan aset budaya sebagai motor penggerak ekonomi.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyoroti posisi unik Indonesia dalam konteks global terkait kekayaan budayanya. "Indonesia adalah negara megadiversity, keragaman ini mencerminkan kekuatan budaya yang hidup dan terus berkembang dari masa ke masa," jelas Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, dalam keterangannya pada Selasa (14/4/2026).

Dalam sesi pembahasan, Indonesia secara resmi mengajukan dukungan melalui jalur diplomatik terkait upaya perluasan pengakuan Warisan Budaya Takbenda Arabic Calligraphy di UNESCO. Pihak Arab Saudi, sebagai pemangku utama elemen tersebut, menyambut baik dan menyatakan keterbukaan untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

Selain isu warisan, kedua menteri juga mendiskusikan aspek kerja sama konkret di bidang pengelolaan museum. Kerjasama ini mencakup upaya digitalisasi koleksi, pertukaran kuratorial antarlembaga, dan konservasi benda-benda bersejarah penting.

Dilansir dari Detikcom, pihak Arab Saudi telah memulai langkah awal dengan menjalin komunikasi dengan Museum Nasional Indonesia. Tujuannya adalah menjajaki kemungkinan peminjaman koleksi dan penyelenggaraan pameran bersama yang bersifat jangka panjang di kedua negara.

Potensi sinergi di industri perfilman juga menjadi topik yang menarik perhatian, dengan rencana produksi bersama yang berfokus pada tema sejarah yang memiliki relevansi dan kedekatan bagi masyarakat Indonesia dan Arab Saudi. Kedua negara saat ini sama-sama mencatat pertumbuhan signifikan di sektor film, didukung oleh keterlibatan sektor swasta yang semakin kuat.