PORTAL7.CO.ID - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara resmi memperkenalkan aplikasi layanan publik digital terbaru yang diberi nama Semarang dalam Genggaman Saya atau disingkat SDGs. Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk memodernisasi tata kelola pemerintahan di ibu kota Jawa Tengah.
Peresmian aplikasi inovatif ini dilaksanakan pada puncak perayaan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang. Acara tersebut berlangsung meriah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kecamatan Semarang Selatan, pada Minggu malam, 3 Mei 2026.
Aplikasi SDGs dirancang untuk mengintegrasikan berbagai macam layanan publik yang dibutuhkan masyarakat dalam satu platform tunggal. Inovasi ini mencakup spektrum kebutuhan warga, mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, layanan kesehatan, hingga sistem transportasi publik.
Dilansir dari Detikcom, platform ini berfokus pada penyediaan identitas digital terpusat bagi seluruh penduduk Semarang. Tujuannya adalah menciptakan kemudahan aksesibilitas dan efisiensi dalam berbagai urusan pemerintahan sehari-hari.
"Dengan satu identitas digital, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan. Ini bagian dari upaya kita membangun sistem yang lebih modern dan terintegrasi," kata Agustina Wilujeng dalam keterangan tertulisnya pada Senin (4/5/2026).
Salah satu fitur unggulan dari platform ini adalah SDGs ID, yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk memastikan keamanan identitas digital pengguna. Dengan identitas ini, warga dapat mengakses kartu puskesmas, kartu siswa, bahkan moda transportasi umum.
Selain aspek layanan esensial, aplikasi ini juga menyediakan fasilitas hiburan dan edukasi melalui fitur Semarang Virtual Tour. Fitur ini memungkinkan masyarakat untuk melakukan penjelajahan daring terhadap lokasi-lokasi ikonik yang ada di Kota Semarang.
Dalam proses pengembangan aplikasi canggih ini, Pemerintah Kota Semarang menjalin kolaborasi dengan otoritas keamanan siber internasional. Kerja sama ini diharapkan dapat menjamin integritas dan keamanan data pengguna aplikasi tersebut.
"Pengembangan platform ini juga mendapat dukungan dari Korea Internet & Security Agency (KISA) sebafau otoritas kramanan siber Korea," ujar Agustina Wilujeng.