Suasana malam di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kini semakin hidup berkat gelaran Festival Arakan Sahur yang menjadi tradisi khas setiap bulan Ramadan. Masyarakat setempat antusias menyambut kegiatan tahunan ini sebagai identitas sosial yang membanggakan bagi penduduk di pesisir Timur Jambi. Pemerintah daerah secara konsisten memberikan dukungan penuh agar warisan budaya Islami ini tetap lestari dan semakin meriah.

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, secara resmi membuka festival bergengsi ini pada hari Sabtu (21/2). Agenda rutin ini tidak hanya sekadar kegiatan membangunkan warga untuk makan sahur, tetapi telah bertransformasi menjadi kompetisi yang terorganisir. Berbagai kelompok masyarakat dari lintas usia turut berpartisipasi untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka di sepanjang jalan protokol yang biasanya lengang.

Dalam pelaksanaannya, para peserta berlomba-lomba menghadirkan keunikan melalui dentuman beduk, rebana, hingga penggunaan alat musik sederhana lainnya. Suasana semakin semarak dengan kehadiran replika miniatur masjid serta beragam ornamen bernuansa Islami yang dihiasi lampu warna-warni berkelap-kelip. Tradisi ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai gotong royong dan kekompakan pemuda masih terjaga dengan sangat baik lintas generasi.

Pada kesempatan tersebut, Abdullah Sani menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan seluruh pihak yang terlibat. Beliau menegaskan bahwa festival ini merupakan simbol kuatnya ukhuwah Islamiyah serta wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap syiar Ramadan. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat efektif dalam merekatkan hubungan emosional antara pemerintah dan warga di tengah suasana bulan suci.

Lebih lanjut, Wagub Sani menilai Festival Arakan Sahur sebagai investasi sosial yang penting bagi generasi muda agar tetap mengenal akar budayanya. Di tengah arus modernisasi yang kian kencang, kearifan lokal ini berfungsi sebagai pengingat identitas bangsa yang harus terus dipertahankan. Festival ini juga menjadi ruang temu yang menghangatkan interaksi sosial antarwarga yang biasanya jarang berkumpul secara kolektif di ruang publik.

Transformasi tradisi yang kini dimodernisasi membuat atmosfer Ramadan di Kuala Tungkal terasa jauh lebih hidup dan bermakna dibandingkan daerah lainnya. Kreativitas positif yang ditampilkan para peserta diharapkan mampu memperkaya khazanah budaya Islam di Provinsi Jambi secara keseluruhan. Pemerintah berharap festival ini terus berkembang menjadi daya tarik wisata religi yang mampu menggerakkan denyut ekonomi kreatif masyarakat lokal.

Sebagai penutup, Abdullah Sani berpesan agar seluruh rangkaian kegiatan tetap mengedepankan aspek ketertiban, keamanan, serta keselamatan bersama. Beliau mengimbau masyarakat untuk menghindari hal-hal yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah maupun kenyamanan publik selama bulan suci ini berlangsung. "Jadikan festival ini sebagai ajang mempererat persaudaraan," tegasnya dalam pernyataan resmi pada Selasa (24/2/2026).

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/festival-arakan-sahur-ramadan-kuala-tungkal