Kesejahteraan petani di berbagai pelosok daerah masih menjadi tantangan besar yang memerlukan solusi komprehensif dari hulu hingga hilir. Upaya mewujudkan kemakmuran ini sangat bergantung pada keberpihakan kebijakan serta stabilitas harga komoditas di tingkat pasar.
Data menunjukkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi indikator krusial dalam mengukur daya beli serta tingkat kesejahteraan masyarakat agraris. Fluktuasi harga saat panen raya seringkali menjadi penghambat utama bagi para produsen pangan untuk meraih keuntungan maksimal.
Ketergantungan pada rantai distribusi yang panjang membuat selisih harga antara petani dan konsumen akhir menjadi sangat lebar. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan akses terhadap modal serta sarana produksi yang berkualitas di wilayah pedesaan.