PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengimplementasikan langkah signifikan untuk menjaga stabilitas ekonomi pada awal tahun 2026. Realisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) telah mencapai angka lebih dari Rp17 triliun hingga Februari 2026.

Langkah penyaluran dana besar ini merupakan bagian integral dari strategi stimulus ekonomi nasional yang difokuskan pada kuartal pertama tahun 2026. Total anggaran yang disiapkan oleh pemerintah untuk program kesejahteraan sosial ini mencapai Rp20 triliun.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan rincian capaian tersebut dalam sebuah konferensi pers resmi. Acara tersebut dilaksanakan di Stasiun Gambir, Jakarta, pada hari Selasa, 10 Februari 2026.

Dilansir dari media Bansos, dana yang telah terdistribusi tersebut terbagi dalam dua kategori utama penyaluran bantuan sosial. Kategori pertama meliputi bansos reguler yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat rentan.

Bansos reguler tersebut mencakup bantuan sembako rutin dan pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditujukan bagi 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Alokasi dana untuk kategori ini saja mencapai Rp17,5 triliun.

"Secara keseluruhan nilai adalah Rp 20 triliun. Sampai hari ini sudah kita salurkan lebih dari Rp 17 triliun," ungkap Gus Ipul dalam keterangannya di hadapan awak media.

Selain bantuan reguler, terdapat pula kategori bansos adaptif yang dialokasikan untuk merespons situasi darurat, termasuk penanganan bencana alam di wilayah seperti Sumatera. Alokasi untuk kategori adaptif ini melebihi Rp2,3 triliun, ditambah dengan program rehabilitasi sosial.

Fokus utama distribusi bantuan sosial ini diarahkan pada kelompok masyarakat dengan tingkat kerentanan tertinggi. Prioritas utama diberikan kepada masyarakat yang berada pada desil 1 dan desil 2 dalam pengelompokan kesejahteraan.

"Sesuai dengan rapat dengan Pak Menko, fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2. Jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan desil 4," kata Gus Ipul.