PORTAL7.CO.ID - Manajemen Real Madrid dikabarkan tengah serius mempertimbangkan nama Cesc Fabregas untuk mengisi kursi kepelatihan di Santiago Bernabeu pada musim panas 2026. Pertimbangan ini muncul di tengah situasi klub yang kurang stabil belakangan ini.
Ketidakpastian nasib pelatih sementara, Alvaro Arbeloa, menjadi pemicu utama pencarian sosok baru di kursi teknis Los Blancos. Situasi ini diperparah dengan performa tim yang menunjukkan inkonsistensi sejak pemecatan Xabi Alonso beberapa waktu lalu.
Dilansir dari Bola.com dan Kompas.com, ketertarikan Madrid terhadap Fabregas cukup mengejutkan mengingat latar belakangnya sebagai jebolan akademi rival abadi, Barcelona. Meskipun demikian, petinggi klub terkesan dengan kinerjanya saat ini.
Para petinggi klub sangat terkesan dengan kemampuan komunikasi yang mumpuni dan pemahaman taktik mendalam yang ditunjukkan Fabregas selama menukangi klub Italia, Como 1907. Hal ini menjadi pertimbangan utama dalam radar mereka.
Jurnalis Jorge Picon menyebutkan bahwa Madrid melihat Fabregas memiliki karisma dan kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mengelola klub sekelas Real Madrid. Namun, pengalaman kepelatihan pria berusia 38 tahun itu dinilai masih tergolong minim.
Fabregas berhasil membawa Como meraih promosi dari Serie B dan saat ini menempati peringkat keempat dalam klasemen sementara Liga Italia musim 2025-2026. Pencapaian ini membuka peluang mereka menuju Liga Champions musim depan.
Newcastle United Siapkan Restrukturisasi Besar Skuat pada Jendela Transfer Musim Panas 2026
Selain performa di liga domestik, pelatih yang juga merupakan mantan pemain Arsenal itu sukses mengantarkan klub yang dimiliki oleh Grup Djarum tersebut melaju hingga babak semifinal Coppa Italia. Mereka berpeluang meraih trofi perdana di bawah asuhannya.
Hubungan profesional Fabregas dengan Real Madrid juga sudah terjalin melalui pemanfaatan pemain muda jebolan Valdebebas. Pemain seperti Nico Paz dan Jacobo Ramon kini menjadi pilar penting di skuad Como besutan Fabregas.
Langkah Real Madrid untuk melirik Fabregas dinilai sebagai upaya mendobrak tradisi lama klub. Sebelumnya, Madrid cenderung memilih figur yang memiliki ikatan kuat dengan klub, baik sebagai mantan pemain bintang maupun bagian dari staf kepelatihan internal.