PORTAL7.CO.ID - Pemain sayap Barcelona, Raphinha, secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap gelombang spekulasi yang terus mengaitkannya dengan pintu keluar dari Camp Nou dalam waktu dekat. Penyerang berkebangsaan Brasil tersebut secara spesifik menargetkan seorang jurnalis yang ia tuduh secara konsisten menyebarkan berita palsu mengenai statusnya di skuad asuhan Hansi Flick.
Situasi ini menjadi sorotan utama mengingat performa Raphinha yang dinilai semakin krusial bagi tim sejak didatangkan pada musim 2022/2023. Meskipun demikian, rumor ketertarikan klub dari Arab Saudi terus mencuat ke permukaan media massa.
Raphinha mengungkapkan ketidaknyamanannya atas narasi negatif yang terus dibangun oleh media tertentu yang ia yakini berupaya menciptakan opini bahwa dirinya tidak lagi diinginkan oleh manajemen klub Catalan tersebut.
"Sejak tiba di Barcelona, dari hari pertama sudah ada spekulasi tentang saya meninggalkan klub. Saya rasa orang-orang tak suka melihat saya di sini. Terutama pers, ada satu orang yang cuma menulis kebohongan," ujarnya, sebagaimana dikutip dari Mundo Deportivo.
Kekesalan pemain bernomor punggung 11 ini semakin memuncak ketika ia menyoroti pemberitaan spesifik mengenai adanya pertemuan internal dengan petinggi klub. Ia menegaskan bahwa kabar mengenai keraguannya untuk melanjutkan karier di Camp Nou adalah murni rekayasa.
"Jurnalis yang menuliskan itu juga menuliskan hal-hal lain tentang saya yang merupakan kebohongan, bilang saya bertemu dengan klub dan berbincang secara internal soal keraguan saya, bahwa saya tak tahu apakah akan lanjut atau tidak," kata Raphinha.
Penegasan ini disampaikan Raphinha sebagai upaya serius untuk meredam gejolak spekulasi yang terus berkembang di tengah persiapan krusial tim menghadapi sisa kompetisi musim ini. Ia berupaya mengembalikan fokus tim dari isu-isu di luar lapangan.
Mantan pemain Leeds United tersebut memberikan penilaian yang sangat buruk terhadap kredibilitas informasi yang dikeluarkan oleh jurnalis yang ia maksudkan dalam pernyataannya tersebut.
"Orang ini isinya kebohongan. Setiap kali dia merilis kabar, selalu atau hampir selalu, hal-hal yang tidak relevan keluar dari mulutnya," ujar Raphinha.