PORTAL7.CO.ID - Produsen otomotif ternama asal China, BYD, kini tengah serius mengeksplorasi prospek untuk memasuki kompetisi balap paling bergengsi di dunia, yakni Formula 1. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan teknologi elektrifikasi global perusahaan tersebut.
Kepastian mengenai penjajakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Eksekutif BYD, Li Ke, pada hari Rabu, 29 April 2026. Informasi ini mengindikasikan bahwa diskusi sudah berjalan pada tingkat yang signifikan.
"Wakil Presiden Eksekutif BYD, Li Ke, mengonfirmasi adanya komunikasi intensif dengan pemegang otoritas kompetisi tersebut pada Rabu, 29 April 2026," demikian poin penting yang disampaikan mengenai perkembangan ini.
Harga Pajak Tahunan Toyota Kijang Innova Zenix 2026 di Jakarta Melonjak, Tembus Rp 7 Jutaan
Langkah strategis BYD semakin menguat setelah adanya pertemuan penting yang tergelar di Shanghai, China. Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan senior dari kedua belah pihak.
Pertemuan krusial tersebut diselenggarakan antara Li Ke dari BYD dengan CEO Formula 1, Stefano Domenicali. Ini menunjukkan adanya keseriusan dari pihak Formula 1 dalam menerima potensi pendatang baru.
Dilansir dari Detik Oto melalui Carnewschina, proses diskusi yang sedang berlangsung ini masih berada dalam fase awal. Oleh karena itu, belum ada penetapan garis waktu resmi mengenai kapan keterlibatan BYD akan dimulai.
BYD sedang mempertimbangkan beberapa opsi fleksibel mengenai cara mereka akan masuk ke dalam grid Formula 1. Opsi-opsi ini dirancang untuk memaksimalkan dampak dan pembelajaran bagi perusahaan.
Skema yang dipertimbangkan mencakup pembentukan tim balap yang sepenuhnya dimiliki oleh BYD, menjadi pemasok komponen mesin hybrid untuk tim yang sudah ada, atau bahkan berperan sebagai sponsor utama.
Perusahaan raksasa otomotif ini memandang Formula 1 bukan hanya sebagai ajang promosi semata. Kompetisi ini dianggap sebagai laboratorium riset vital untuk mempercepat pengembangan teknologi elektrifikasi di masa depan.