PORTAL7.CO.ID - Ketenangan jiwa merupakan dambaan setiap individu, khususnya saat menghadapi hiruk pikuk kesibukan aktivitas harian. Menurut pandangan spiritual, hal ini dapat dicapai melalui amalan sederhana namun memiliki makna mendalam, yaitu membaca doa dan berdzikir.
Amalan dzikir dan doa ini pada dasarnya merupakan manifestasi nyata dari kesadaran seorang Muslim akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan mereka. Kesadaran inilah yang menjadi pondasi utama untuk menemukan kedamaian batin.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, Islam menekankan bahwa ibadah bukanlah sekadar ritual terbatas pada waktu-waktu salat fardu yang telah ditetapkan. Ibadah justru bersifat fleksibel dan dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang hari.
Akselerasi Kesejahteraan: PKH Tahap II Cair Mei 2026 Didukung Penuh Sistem Data Tunggal Terkini
Dzikir dan doa dikategorikan sebagai bentuk ibadah yang sangat dianjurkan untuk senantiasa diamalkan tanpa terikat waktu spesifik. Aktivitas spiritual ini relevan dilakukan saat memulai hari, di tengah kesibukan, hingga menjelang malam tiba.
Amalan ini berfungsi sebagai jeda spiritual yang efektif untuk mengisi ulang energi rohani di tengah padatnya jadwal pekerjaan atau kegiatan sehari-hari. Hal ini membantu menjaga keseimbangan antara aktivitas duniawi dan kewajiban spiritual.
Ketika seseorang secara rutin berdzikir dan memanjatkan doa, hal tersebut secara otomatis akan menumbuhkan rasa syukur dan ketenangan hati. Ini merupakan mekanisme alami untuk mengelola stres dan kecemasan yang timbul akibat tekanan hidup modern.
"Menjaga ketenangan jiwa, bahkan di tengah hiruk pikuk kesibukan siang hari, dapat dicapai melalui amalan spiritual yang sederhana namun mendalam, yaitu membaca doa dan berdzikir," demikian disampaikan dalam analisis tersebut.
Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa amalan ini merupakan wujud kesadaran seorang Muslim terhadap kehadiran Allah SWT di setiap lini kehidupannya. Hal ini menegaskan bahwa spiritualitas harus terintegrasi dalam setiap momen, bukan hanya saat beribadah formal.
"Islam mengajarkan bahwa ibadah tidak terbatas pada waktu-waktu tertentu seperti salat fardu, melainkan dapat dilakukan secara fleksibel sepanjang hari," tambah sumber berita tersebut mengenai fleksibilitas ibadah.