PORTAL7.CO.ID - Penyerang Persija Jakarta, Eksel Runtukahu, menunjukkan performa impresif sepanjang kompetisi Liga Indonesia musim 2025/2026 dengan mengemas enam gol dan dua assist. Peningkatan performa ini menjadi sorotan utama dalam evaluasi klub ibu kota tersebut.
Eksel Runtukahu, yang baru bergabung dari Barito Putera pada tahun 2025, berhasil bersaing ketat melawan para penyerang asing yang mendominasi liga. Kemampuan penyelesaian akhir Eksel disebut mengalami lonjakan signifikan sejak kedatangannya di Jakarta.
Menurut Direktur Akademi Persija Jakarta, Ricky Nelson, peningkatan tajam Eksel tidak lepas dari peran intensif legenda klub, Bambang Pamungkas (Bepe). Bepe berperan sebagai mentor pribadi yang memberikan arahan teknis secara rutin kepada striker tersebut.
"Setahun inilah, hampir mau setahun, begitu dia gabung dengan Persija, memang saya lihat dia banyak pendapat, ya Bambang Pamungkas bicara dengan dialah. Semacam kayak mentor gitulah," kata Ricky Nelson via kanal YouTube Nusantara TV.
Kedekatan antara Bambang Pamungkas dan Eksel terjalin sejak awal kepindahan Eksel ke Persija. Pembahasan intensif tersebut berfokus pada peningkatan kualitas teknis Eksel sebagai seorang striker murni di lini depan tim.
Ricky Nelson mengungkapkan bahwa instruksi utama yang diberikan Bambang Pamungkas adalah meminta Eksel agar lebih banyak beroperasi di area kotak penalti lawan. Strategi ini bertujuan memaksimalkan potensi Eksel sebagai ujung tombak.
"Karena dia banyak diskusi dengan Bepe (Bambang Pamungkas), salah satu masukan kepada dia aalah lebih banyak di kotak penalti lawan aja dulu. Karena dia murni nomor 9. Pesang Bepe, 'Kamu banyak beroperasi di situ saja'," imbuhnya.
Nelson menambahkan bahwa Eksel diingatkan untuk membatasi pergerakan keluar dari area kotak penalti demi menghindari duel fisik yang tidak perlu dengan bek lawan yang posturnya lebih besar. Hal ini didasarkan pada analisis kekuatan spesifik sang pemain.
"Karena kalau dia banyak kelaur dari situ, dia akan kesulitan nanti untuk membuat gol. Karena kan dia kalau keluar harus dribbling, dia harus duel, dengan stopper-stopper lawan yang badannya lebih besar dan Eksel tidak punya kemampuan itu," tukas Ricky Nelson.