PORTAL7.CO.ID - Masyarakat kini mulai mencari kepastian mengenai jadwal distribusi bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan oleh pemerintah untuk periode tahun 2026. Dua program andalan, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), tetap menjadi fokus utama distribusi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Meskipun kalender resmi penyaluran belum sepenuhnya diterbitkan, skema distribusi tahun ini diprediksi akan mengacu pada pola yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Bantuan tersebut akan didistribusikan melalui jaringan bank Himbara serta Kantor Pos untuk memastikan jangkauan yang luas di seluruh wilayah Indonesia.

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah bantuan sosial bersyarat yang secara rutin didistribusikan setiap tiga bulan sekali. Jika mengacu pada pola sebelumnya, pencairan dana untuk PKH diperkirakan akan terbagi menjadi empat tahap sepanjang tahun 2026.

Tahap pertama pencairan PKH diproyeksikan akan berlangsung antara bulan Januari hingga Maret. Tahap kedua akan menyusul pada periode April sampai Juni, kemudian tahap ketiga Juli hingga September, dan tahap keempat pada Oktober hingga Desember.

Setiap KPM akan menerima besaran nominal yang bervariasi, bergantung pada kategori komponen anggota keluarga yang terdaftar dalam sistem. Penentuan jumlah bantuan ini dirancang untuk mendukung kesejahteraan spesifik bagi setiap kelompok penerima manfaat.

Sementara itu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dijadwalkan untuk dicairkan setiap bulan, melanjutkan program yang bertujuan membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan harian mereka. Program ini memanfaatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai instrumen salur utamanya.

Setiap KPM yang terdaftar berhak mendapatkan dana sebesar Rp200.000 per bulan untuk kebutuhan pangan. Dilansir dari Bansos, dalam situasi tertentu, penyaluran dana BPNT dapat dilakukan secara rapel atau digabungkan untuk dua bulan sekaligus, sesuai kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

Selain bantuan tunai, bantuan pangan berupa beras seberat 10 kilogram juga akan terus disalurkan kepada masyarakat. Program ini mengandalkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk menjaga ketahanan pangan rumah tangga secara nasional.

Dukungan sektor pendidikan juga dipastikan berlanjut melalui Program Indonesia Pintar (PIP), yang akan disalurkan dalam tiga termin sepanjang tahun 2026. Termin pertama dijadwalkan mulai Januari hingga April, termin kedua Mei hingga Agustus, dan termin ketiga September hingga Desember.