PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kota Medan secara resmi memulai tahap konstruksi Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) pada hari Jumat, 8 Mei 2026. Langkah awal yang diambil dalam proyek infrastruktur vital ini adalah penebangan sebanyak 2.886 pohon yang berada di sepanjang ruas jalan utama koridor tersebut.

Proyek transportasi massal ini merupakan inisiatif penting yang bertujuan untuk memodernisasi sistem angkutan umum di seluruh wilayah Sumatera Utara. Penebangan pohon ini dipandang sebagai konsekuensi yang harus ditempuh untuk membuka jalur bagi pembangunan infrastruktur Bus Rapid Transit.

Saat ini, proses pengamanan area penebangan tengah berlangsung di berbagai titik lokasi yang akan dilalui oleh jalur utama koridor BRT Mebidang. Tahap konstruksi ini diprediksi akan menimbulkan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di kawasan yang terdampak.

Kepala Dinas Perhubungan Medan, Irsan Idris Nasution, menjelaskan bahwa pemindahan ribuan pohon tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari prioritas pembangunan infrastruktur yang dicanangkan tahun ini. Ia mengakui bahwa fase konstruksi ini tak terhindarkan akan menimbulkan hambatan mobilitas bagi warga.

"Dalam rangka pembangunan BRT di Kota Medan tahun 2026, salah satu prioritas kita adalah penebangan pohon lebih kurang 2.886 pohon," ujar Irsan Idris Nasution, Kepala Dinas Perhubungan Medan.

Lebih lanjut, Irsan menyatakan kesadaran penuh mengenai potensi kemacetan yang akan terjadi selama masa konstruksi berlangsung. "Dalam proses pembangunannya kami menyadari bahwa saat proses konstruksi BRT Metropolitan akan menyebabkan kemacetan, baik dari wilayah Deli Serdang maupun dari wilayah Kota Binjai," imbuhnya.

Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Medan menghimbau seluruh elemen masyarakat, terutama yang berdomisili di wilayah penyangga, untuk memberikan kerja sama. Penyesuaian mobilitas sangat diperlukan selama alat berat dan petugas bekerja di lapangan untuk menyiapkan jalur khusus bus.

"Kami mohon untuk warga yang bermukim di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai supaya mengetahui dan dapat memahami kondisi yang akan terjadi apabila pembangunan BRT ini akan dilaksanakan," katanya.

Dinas Perhubungan berharap dukungan penuh masyarakat agar proyek konektivitas antarwilayah ini dapat berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan. Fasilitas ini dirancang untuk mengintegrasikan tiga daerah—Medan, Binjai, dan Deli Serdang—dalam satu sistem transportasi yang efisien.