PORTAL7.CO.ID - Pertamina baru-baru ini menggelar ajang balap motor sportbike bergengsi, yaitu Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pertamina Mandalika Racing Series 2026. Kompetisi ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 24 hingga 26 April 2026.

Lokasi pelaksanaan ajang otomotif ini adalah di sirkuit kelas dunia, Pertamina Mandalika International Circuit. Tujuan utama dari penyelenggaraan seri balap ini adalah untuk membina dan mengembangkan talenta pembalap muda Indonesia.

Ajang balap motor ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen Pertamina dalam mendukung kemajuan industri serta dunia motorsport di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya konkret untuk membawa pembalap nasional ke tingkat persaingan global.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah sarana strategis yang dirancang khusus untuk pembibitan atlet balap motor baru. Pembinaan ini diharapkan menghasilkan talenta yang siap berkompetisi di level yang lebih tinggi.

"Pertamina Mandalika Racing Series menjadi wadah strategis untuk mengembangkan pembalap muda Indonesia sebagai pembekalan agar mampu bersaing di kancah internasional," ujar Baron pada Senin (27/4/2026).

Pihak penyelenggara melihat penguatan bakat para pembalap muda ini sejalan erat dengan agenda pemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nasional. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi.

Baron menegaskan bahwa dukungan Pertamina ini merupakan kontribusi perusahaan terhadap visi besar pemerintah dalam membangun generasi muda yang kompetitif. "Penguatan talenta ini merupakan bagian dari dukungan Pertamina terhadap Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat Sumber Daya Manusia, membangun generasi muda Indonesia yang kompetitif serta mendorong lahirnya generasi muda berprestasi yang siap bersaing secara global," terang Baron.

Pada putaran pembuka seri balap ini, tercatat antusiasme yang tinggi dengan total partisipasi sebanyak 102 pembalap. Mereka terbagi dalam enam kelas kompetisi, mulai dari kategori pembalap junior hingga profesional.

Tingginya jumlah peserta ini menjadi indikator positif mengenai meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga otomotif berkecepatan tinggi. "Tingginya partisipasi generasi muda pada ajang ini menunjukan peningkatan minat terhadap dunia motorsport dan ketertarikan untuk berkembang dan berkompetisi di level yang lebih tinggi melalui pembinaan pembalap muda secara berkelanjutan," ungkap Baron.