PORTAL7.CO.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026). Kehadiran kepala negara di tengah ratusan ribu buruh ini menjadi momentum penting dalam menyerap aspirasi pekerja sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen buruh nasional.

Berdasarkan data pantauan dari Polda Banten, arus massa yang menuju ibu kota terpantau sangat masif dengan total mencapai 15.090 buruh. Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan pengamanan di berbagai titik strategis mulai dari Cilegon hingga Tangerang untuk memastikan 266 bus rombongan sampai dengan aman.

Suasana di lapangan Monas sempat diwarnai momen santai saat Presiden Prabowo merespons antusiasme massa, khususnya kaum perempuan, yang meneriakkan nama Sekretaris Kabinet, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya. Presiden sempat menghentikan pidatonya sejenak untuk berinteraksi langsung dengan para buruh yang memenuhi area panggung utama.

"Belum saya sebut nama, kalian sudah teriak. Yang teriak emak-emak semuanya," kata Prabowo menanggapi keriuhan massa tersebut.

Sambil berkelakar untuk mencairkan suasana, Presiden Prabowo menegaskan posisinya sebagai pemimpin negara di hadapan para peserta yang hadir. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya dalam suasana perayaan yang penuh keakraban.

"Eh, gue Presidennya, bukan dia. Gue Presidennya," kata Prabowo sembari menunjuk ke arah dirinya sendiri.

Setelah momen tersebut, Presiden Prabowo secara formal memperkenalkan identitas Sekretaris Kabinet yang mendampinginya kepada seluruh pimpinan organisasi buruh dan pejabat negara. Langkah ini merupakan bagian dari protokoler resmi di atas mimbar kehormatan May Day 2026.

"Sekretaris Kabinet RI Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya," kata Prabowo yang disambut dengan riuh tepuk tangan dari para hadirin.

Dalam pertemuan tersebut, aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia buruh menjadi pembahasan utama melalui usulan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengusulkan agar para aktivis buruh diberikan akses pendidikan tinggi untuk memperkuat organisasi di masa depan.