Bencana tanah longsor melanda kawasan pendidikan di Denpasar Utara pada Selasa (24/2/2026) pagi hari. Insiden ini menimpa bangunan perpustakaan milik SD Sathya Sai yang berlokasi di Jalan Kemuda, Desa Peguyangan Kangin. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.00 Wita tersebut sempat mengejutkan warga di sekitar lokasi kejadian.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengonfirmasi bahwa musibah ini berlangsung sebelum dimulainya jam pelajaran sekolah. Material tanah yang runtuh seketika menjebol tembok bangunan perpustakaan hingga hancur berantakan. Beruntung, situasi sekolah yang masih sepi membuat risiko jatuhnya korban jiwa dapat terhindarkan sepenuhnya.
Kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana alam ini tergolong cukup masif pada struktur fisik gedung sekolah. Selain tembok yang roboh, tumpukan material tanah juga menimbun berbagai koleksi buku serta fasilitas pendidikan penting lainnya di dalam ruangan. Pihak sekolah kini tengah berupaya melakukan pendataan terhadap kerugian materiil akibat hancurnya sarana literasi tersebut. "Peristiwa itu terjadi saat aktivitas sekolah belum dimulai. Material tanah yang longsor membuat tembok perpustakaan roboh dan menimpa sejumlah buku serta fasilitas di dalam ruangan," ungkap Iptu I Gede Adi Saputra Jaya. Penjelasan ini menggambarkan betapa kuatnya tekanan tanah yang menghantam sisi bangunan sekolah pada pagi buta itu.
Menanggapi laporan tersebut, personel dari Polsek Denpasar Utara langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi area. Petugas segera memasang garis polisi di sekeliling zona terdampak guna mencegah warga maupun siswa mendekati titik longsor. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko jika terjadi pergerakan tanah susulan di lokasi tersebut.
Bencana ini diduga kuat dipicu oleh cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Denpasar dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang menjadi jenuh air meningkatkan potensi kerawanan di wilayah dengan kontur tanah yang kurang stabil. Pihak kepolisian terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan keamanan masyarakat dan lingkungan sekolah.
Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dini terhadap perubahan alam. Masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya retakan tanah yang mencurigakan di sekitar hunian mereka. "Langkah cepat ini untuk memastikan situasi tetap aman serta menghindari risiko longsor susulan," pungkasnya.
Sumber: Infonasional