Menteri Perdagangan Budi Santoso menunjukkan komitmen serius dalam memperkokoh fondasi ekonomi di wilayah pedesaan Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui inisiatif strategis untuk menggerakkan kembali potensi lokal secara masif. Fokus utamanya tertuju pada optimalisasi lembaga ekonomi desa agar lebih berdaya saing di pasar yang lebih luas.
Budi Santoso secara resmi mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Diskusi tersebut membahas secara mendalam mengenai penguatan peran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih atau KDMP. Kedua pihak sepakat bahwa koordinasi lintas kementerian sangat krusial bagi keberhasilan program penguatan ekonomi ini.
Pertemuan dua menteri kabinet ini dirancang untuk menyelaraskan visi dan misi antara Kementerian Perdagangan serta Kementerian Desa. Sinergi program kerja menjadi agenda prioritas agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan saat implementasi di lapangan. Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa di seluruh penjuru negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Santoso menekankan pentingnya transformasi mendasar bagi Koperasi Desa Merah Putih. Ia menginginkan lembaga ini berkembang menjadi entitas yang jauh lebih produktif dan efisien dari sebelumnya. Peningkatan kapasitas manajerial koperasi menjadi salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam diskusi strategis tersebut.
Langkah sinkronisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di level akar rumput. Dengan koperasi yang dikelola secara profesional, perputaran uang di desa akan semakin cepat dan merata. Hal ini diprediksi akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional yang dimulai dari unit terkecil di berbagai daerah.
Koordinasi intensif antara Kemendag dan Kemendes PDT kini tengah memasuki tahap pematangan teknis untuk implementasi di seluruh pelosok negeri. Berbagai skema dukungan sedang disiapkan agar KDMP dapat menjalankan fungsinya sebagai motor penggerak ekonomi desa. Upaya ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam membangun kedaulatan ekonomi Indonesia dari wilayah pinggiran.
Kerja sama strategis ini menandai babak baru dalam pengelolaan ekonomi perdesaan yang lebih terintegrasi dan modern. Keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan menjadi tolok ukur utama kemandirian ekonomi masyarakat desa secara mandiri. Pemerintah menyatakan optimisme bahwa kolaborasi lintas sektoral ini akan membuahkan hasil signifikan bagi pembangunan daerah tertinggal.
Sumber: Jabaronline