PORTAL7.CO.ID - Wellington Phoenix kini berada di ambang penentuan nasib mereka dalam kelanjutan A-League Wanita musim 2026, saat mereka dijadwalkan melawat ke Coopers Stadium pada Jumat malam, 2 April 2026. Pertandingan pekan ke-22 melawan tuan rumah Adelaide United ini sangat menentukan untuk mengamankan posisi kedua di klasemen liga.

Keberhasilan meraih posisi kedua akan memberikan keuntungan signifikan berupa status tuan rumah saat babak semifinal bergulir nanti. Meski demikian, tim harus bangkit setelah menelan dua kekalahan beruntun yang sempat menghambat peluang mereka dalam perebutan gelar juara liga musim ini.

Pelatih kepala Phoenix, Bev Priestman, menyampaikan bahwa timnya telah melakukan evaluasi mendalam pasca kekalahan terakhir, menekankan pentingnya solidaritas layaknya keluarga di antara para pemain. Ia mengakui adanya campuran emosi berupa tekanan dan kegembiraan yang melanda skuadnya menjelang babak final.

"Kami berada di posisi baru yang belum pernah kami alami sebelumnya. Beberapa pemain mungkin terlalu keras berusaha, yang terkadang terlihat seperti mereka bermain sendiri-sendiri," ujar Priestman, dilansir dari wellingtonphoenix.com.

Priestman melanjutkan bahwa kondisi psikologis tim saat ini cukup kompleks menjelang laga penting ini. "Ini tekanan bagi sebagian, kegembiraan bagi yang lain, dan campuran dari banyak hal," tambahnya mengenai suasana di ruang ganti.

Meskipun demikian, sang pelatih menekankan bahwa pencapaian lolos ke empat besar harus dirayakan oleh tim, dan ia berharap para pemain bisa bermain santai. Ia mendorong mereka untuk menikmati pertandingan reguler terakhir dengan menunjukkan performa kolektif yang solid.

Menanggapi kekalahan sebelumnya dari Western Sydney Wanderers, Priestman sempat menunjukkan frustrasi terhadap permainan individualistik yang terpecah belah. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama tim adalah kerja sama kolektif, bukan upaya individu yang terpisah-pisah.

"Menurut saya, masalahnya bukan kurangnya usaha melawan Western Sydney, melainkan kami kembali ke proses mencetak gol. Jangan mencoba mencetak gol setiap kali kami mendapatkan bola, tetapi jadikan itu upaya rencana permainan kolektif," jelas Priestman mengenai kebutuhan akan skema permainan terpadu.

Laga melawan Adelaide United ini merupakan pertandingan ketiga bagi Phoenix hanya dalam kurun waktu sepuluh hari, sebuah jadwal padat yang menguji kedalaman skuad yang dimiliki. Priestman telah mengimplementasikan rotasi pemain dan pergantian awal dalam beberapa laga sebelumnya demi menjaga kondisi fisik tim.