PORTAL7.CO.ID - Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menggalakkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) yang secara khusus menyasar keluarga penerima manfaat (KPM) usia produktif. Inisiatif ini bertujuan utama untuk menciptakan kemandirian ekonomi sehingga mereka tidak lagi bergantung pada bantuan sosial reguler.
Program strategis ini berfokus pada warga berusia antara 20 hingga 50 tahun yang masih memiliki potensi untuk berwirausaha. Langkah ini merupakan upaya konkret Kemensos untuk memfasilitasi "graduasi" bagi penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa fokus utama adalah menjadikan masyarakat penerima bantuan menjadi lebih produktif. "Jadi kita ingin masyarakat itu produktif ya. Keluarga penerima bantuan yang selama ini menerima program PKH maupun bansos yang masih produktif kira-kira usianya antara 20 sampai 50 tahun, kita harapkan mereka bisa berdaya," kata Agus Jabo Priyono dalam keterangan tertulis pada Senin (4/5/2026).
Langkah peningkatan cakupan penerima manfaat modal usaha ini telah diajukan secara signifikan kepada kementerian terkait. Wakil Menteri Sosial menjelaskan bahwa pemberian stimulus modal ini ditujukan untuk memperkuat unit usaha mikro yang sudah mulai dirintis oleh masyarakat.
Pemerintah menargetkan kuota yang besar untuk tahun ini melalui program pemberdayaan tersebut. "Di tahun ini, insyaallah kita sudah mengusulkan 200 ribu keluarga penerima manfaat nanti akan mendapatkan program PPSE. Supaya mereka bisa punya usaha, mereka punya penghasilan, kemudian mereka bisa mandiri. Jadi kira-kira programnya program pemberdayaan," jelas Agus Jabo.
Koordinasi terkait penambahan sasaran penerima manfaat ini sedang intensif dilakukan bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas. Penyaluran modal usaha akan disesuaikan dengan potensi ekonomi dan kebutuhan spesifik masing-masing keluarga di daerah mereka.
Kemensos memberikan dukungan finansial berupa stimulus kepada usaha kecil yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih lanjut. "Misalkan mereka punya embrio usaha apa. Misalkan dagang, ataupun ternak ayam, ternak ikan, ya sudah kita kasih stimulus," tambahnya.
Selain dukungan modal langsung, Kemensos juga mengembangkan inisiatif Kampung Berdaya Kemensos, yang melibatkan kolaborasi dengan sektor swasta. Salah satu contoh keberhasilan program percontohan ini terlihat di Desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Di Desa Kalisalak, masyarakat dilatih untuk mengolah eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomis tinggi, seperti keranjang sampah dan kotak tisu. Produk kerajinan tangan ini bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Amerika Serikat.