PORTAL7.CO.ID - Kementerian Agama mengambil langkah signifikan dalam peningkatan pelayanan konsumsi bagi jemaah haji yang akan berangkat melalui Embarkasi Kertajati pada musim haji tahun 2026. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengoperasian dapur terpusat di Asrama Haji Indramayu.
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memastikan bahwa setiap jemaah mendapatkan asupan makanan yang terjamin gizinya, higienis, serta sangat sesuai dengan kebutuhan kesehatan mereka sebelum melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Hal ini menjadi fokus utama dalam persiapan keberangkatan musim ini.
Aspek konsistensi dalam penyediaan layanan makanan menjadi sorotan utama dalam operasional kali ini, sebagaimana Dikutip dari Detikcom. Pihak pengelola telah menetapkan standar baru untuk menjamin kualitas makanan yang disajikan secara berkelanjutan.
Untuk memenuhi kebutuhan harian, dapur embarkasi ini memproduksi sekitar 445 porsi makanan untuk satu kali waktu makan, yang totalnya mencapai 1.335 porsi per hari. Produksi skala besar ini dirancang untuk mencakup seluruh kebutuhan jemaah selama masa tunggu keberangkatan.
"Setiap hari kami menyediakan 445 porsi makanan yang disajikan tiga kali untuk memenuhi kebutuhan jemaah selama periode keberangkatan," ungkap Boy S. Muniir, Kepala Bidang Akomodasi Kemenag Kanwil Jawa Barat.
Skema distribusi konsumsi telah diatur sedemikian rupa, yaitu berupa dua kali makan utama yang disajikan secara prasmanan di dalam lingkungan asrama. Selain itu, jemaah juga dibekali satu nasi kotak sebagai bekal perjalanan menuju bandara.
Sebagai tambahan, pihak pengelola juga menyediakan dua kali makanan ringan yang dibagikan kepada para jemaah di area aula. Hal ini dilakukan untuk menjaga tingkat energi jemaah tetap stabil sepanjang hari.
Boy S. Muniir menegaskan bahwa seluruh tahapan dalam proses pengolahan makanan diawasi secara ketat oleh tim embarkasi. Pengawasan intensif ini bertujuan mutlak untuk menjaga standar kualitas dan kebersihan produk konsumsi sebelum sampai ke tangan para jemaah.
Menariknya, rancangan menu makanan menerapkan sistem rotasi lima hari untuk mencegah kejenuhan jemaah terhadap pilihan lauk yang tersedia. Ahli gizi turut dilibatkan dalam penyusunan menu agar kebutuhan nutrisi terpenuhi.