PORTAL7.CO.ID - Polres Metro Depok mengumumkan keberhasilan mereka dalam menangkap dua individu yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD). Penangkapan ini dilakukan setelah adanya insiden pengeroyokan yang sempat menghebohkan publik.

Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Jumat, tepatnya tanggal 24 April 2026, sekitar pukul 19.00 WIB. Lokasi kejadian adalah di area Stasiun Depok Baru, yang merupakan salah satu titik keramaian di Jawa Barat.

Korban dalam insiden ini adalah seorang anggota TNI AD dengan pangkat Peltu. Ia menjadi sasaran kekerasan setelah mencoba melakukan tindakan mediasi di lokasi tersebut.

Menurut kronologi yang berkembang, insiden bermula ketika anggota TNI AD tersebut merasa perlu memberikan teguran. Teguran itu ditujukan kepada seorang ibu yang dinilai melakukan perbuatan kasar terhadap anaknya di area stasiun.

Tindakan pencegahan yang dilakukan oleh anggota TNI AD tersebut ternyata memicu reaksi negatif dari pihak lain. Suami dari ibu yang ditegur diketahui sangat marah atas intervensi yang dilakukan oleh korban.

Kemarahan suami tersebut kemudian berkembang menjadi tindakan provokatif. Ia dilaporkan mengajak beberapa rekan-rekannya untuk bersama-sama melakukan penyerangan fisik terhadap anggota TNI AD tersebut.

"Polres Metro Depok mengumumkan penangkapan dua orang terduga pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) berpangkat Peltu," demikian bunyi keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak kepolisian.

"Peristiwa kekerasan ini terjadi pada hari Jumat, 24 April 2026, sekitar pukul 19.00 WIB di area Stasiun Depok Baru, Jawa Barat," tambah keterangan tersebut.

Dilansir dari JABARONLINE.COM, insiden ini menunjukkan eskalasi konflik yang cepat dari teguran lisan menjadi aksi kekerasan kelompok. Pihak kepolisian kini terus mendalami peran masing-masing pelaku yang telah diamankan.