PORTAL7.CO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan penekanan kuat mengenai arah kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia saat ini. Ia mengindikasikan bahwa fokus utama pemerintah adalah melindungi kelompok masyarakat dengan ekonomi lemah.
Bahlil memilih untuk tidak merinci jadwal pasti mengenai kemungkinan perubahan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Ia mengimbau publik untuk menahan diri dan bersabar menunggu keputusan final dari Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan energi strategis ini.
Situasi geopolitik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah telah memberikan tekanan signifikan pada pasar global. Hal ini menyebabkan harga minyak mentah dunia dilaporkan telah melonjak hingga mencapai level 115 dolar AS per barel.
Meskipun menghadapi tekanan kenaikan harga di pasar internasional, pemerintah berupaya keras untuk memastikan harga BBM subsidi di dalam negeri tetap berada dalam kondisi stabil. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir dampak inflasi terhadap masyarakat.
Bahlil mengutarakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat miskin dalam mengambil keputusan terkait harga energi. Ia menyampaikan, "Insya Allah atas arahan Bapak Presiden, untuk BBM subsidi, sampai dengan sekarang, saya pikir Bapak Presiden punya hati lah untuk memperhatikan rakyat kecil," ujarnya dalam video Sekretariat Presiden.
Dilansir dari Kompas.com, Bahlil menjelaskan bahwa untuk sektor industri, mekanisme penetapan harga BBM sudah diatur secara spesifik dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022. Harga BBM untuk segmen industri ini mengikuti dinamika pasar tanpa memerlukan pengumuman resmi dari otoritas pemerintah.
Lebih lanjut, Bahlil mengkategorikan BBM dengan tingkat oktan tinggi, seperti RON 95 dan RON 98, sebagai konsumsi kelompok masyarakat yang tergolong mampu. Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada alokasi subsidi dari negara untuk jenis bahan bakar yang digunakan oleh kelompok mampu tersebut.
Mengenai BBM non-subsidi, Bahlil menyatakan bahwa masyarakat dipersilakan untuk menggunakannya selama mereka memiliki kemampuan finansial untuk membayar harga pasar penuh. "Dan selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar monggo. Tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka. Itu tidak ada tanggungan negara sama sekali," kata Bahlil.
Pemerintah saat ini memprioritaskan penyaluran subsidi secara tepat sasaran guna menjaga daya beli masyarakat luas. Presiden Prabowo Subianto disebut terus memantau perkembangan pembangunan negara dan kebutuhan riil dari masyarakat di tingkat akar rumput setiap harinya.