PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan dukungan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam rangka membenahi perlintasan sebidang yang belum memiliki palang pintu otomatis di wilayah Jakarta. Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap keselamatan di perlintasan kereta api.

Langkah kolaboratif ini diambil dengan tujuan utama menekan risiko terjadinya kecelakaan fatal di titik-titik rawan yang masih berada di ibu kota negara. Dukungan ini diharapkan dapat segera meningkatkan standar keamanan bagi seluruh pengguna jalan di Jakarta.

Secara regulasi, pengelolaan terhadap lintasan rel kereta api merupakan tanggung jawab penuh dari PT KAI sebagai operator. Meskipun demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap membuka pintu lebar-lebar untuk kolaborasi lintas instansi demi kepentingan keselamatan publik.

Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, menegaskan komitmen dukungan tersebut. "Sehingga dengan demikian Pemerintah DKI Jakarta kalau kemudian ada penugasan yang diberikan, kami akan dengan senang hati untuk memberikan support kepada KAI," ujar Pramono Anung.

Pemprov DKI Jakarta akan segera mengupayakan koordinasi lebih lanjut dengan pihak operator kereta api. Tujuannya adalah untuk memetakan secara detail lokasi-lokasi yang paling membutuhkan penambahan perangkat keamanan atau penjagaan tambahan oleh petugas.

Sinergi antarlembaga ini dinilai sangat krusial agar tidak ada lagi area berbahaya yang dibiarkan tanpa pengawasan memadai. Pengawasan tersebut mencakup perangkat keamanan mekanis maupun keberadaan petugas penjaga di lokasi.

"Kami siap support kalau memang diperlukan," tambah Pramono Anung, menekankan keseriusan pemerintah daerah dalam masalah ini.

Perhatian terhadap perlintasan sebidang kembali memuncak setelah terjadi insiden tragis di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4). Kecelakaan maut tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL yang dipicu oleh sebuah taksi yang tertemper KRL.

Insiden tersebut berujung pada tabrakan beruntun, setelah taksi tersebut menyebabkan KRL tertahan dan kemudian ditabrak dari arah belakang oleh kereta lain. Tragedi ini menimbulkan dampak serius berupa korban jiwa dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.