PORTAL7.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor secara proaktif memulai langkah penting dalam menghadapi potensi ancaman alam yang dihadapi wilayahnya. Kegiatan ini berfokus pada penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) yang komprehensif untuk dua skenario bencana utama, yaitu banjir dan gempa bumi.
Acara penting ini diselenggarakan secara resmi pada hari Rabu, tanggal 11 Maret 2026. Lokasi yang dipilih untuk pertemuan strategis ini adalah Paseban Sri Baduga, yang berada di kompleks Balai Kota Bogor.
FGD ini merupakan forum diskusi terarah yang mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan terkait penanggulangan bencana di Kota Bogor. Peserta yang hadir meliputi perwakilan dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Pembukaan resmi kegiatan ini dilakukan oleh pejabat tinggi di lingkup pemerintahan kota. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Eko Prabowo, yang secara langsung membuka jalannya diskusi tersebut.
Menurut pandangan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, inisiasi yang dilakukan oleh BPBD Kota Bogor ini sangat relevan dengan kondisi geografis dan risiko bencana daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat fondasi penanggulangan.
Eko Prabowo menekankan bahwa penyelenggaraan FGD untuk penyusunan dokumen renkon ini merupakan sebuah langkah yang sangat tepat dan strategis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas kesiapsiagaan bersama di tengah ancaman bencana yang mungkin terjadi.
"Inisiasi BPBD Kota Bogor pada penyelenggaraan FGD penyusun dokumen renkon banjir dan gempa bumi merupakan Langkah tepat, penting, dang strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana," kata Eko Prabowo.
Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) yang tengah disusun ini ditargetkan untuk dapat berlaku dan menjadi pedoman operasional hingga tahun 2026 mendatang. Hal ini menunjukkan perencanaan jangka menengah yang matang dari pemerintah daerah.
Dilansir dari bogorplus.id, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pemahaman dan strategi antarinstansi dalam merespons cepat ketika kebencanaan terjadi di wilayah Bogor.