PORTAL7.CO.ID - Ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dilaporkan mengalami surplus signifikan, bahkan pemerintah provinsi menyatakan kesiapan untuk memenuhi permintaan nasional dan menjajaki pasar ekspor ke luar negeri, termasuk Arab Saudi. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan peninjauan di Kabupaten Nganjuk.
Peninjauan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 April 2026, di salah satu peternakan sapi yang berlokasi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan langsung kondisi dan kualitas ternak yang akan disiapkan menjelang hari raya kurban.
Dilansir dari Detikcom, Provinsi Jawa Timur saat ini memegang posisi sebagai daerah dengan populasi ternak tertinggi di seluruh Indonesia. Keunggulan ini didukung oleh mayoritas Rumah Potong Hewan (RPH) di wilayah tersebut yang telah mengantongi sertifikasi halal.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang berupaya keras untuk memperluas jangkauan pasar ternak lokal hingga ke tingkat internasional. Langkah ini diambil setelah sebelumnya sukses mengirimkan komoditas domba ke pasar Malaysia.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa potensi ternak Jatim telah menarik perhatian pihak luar negeri, termasuk Arab Saudi. "Baru kemarin saya bertemu Dubes Saudi Arabia. Beliau tertarik dengan potensi ternak kita. Saya sampaikan bahwa populasi sapi, domba, dan unggas di Jatim ini tertinggi di Indonesia, dan RPH Halal kita sudah mayoritas," ungkap Khofifah.
Khofifah secara khusus menyoroti kualitas sapi di Nganjuk yang dinilainya memiliki prospek menjanjikan untuk menembus pasar internasional. Saat peninjauan, terlihat ratusan ekor sapi kurban berada dalam kondisi sangat sehat dan siap untuk diperdagangkan.
"Sapi Baru Nganjuk ini besar dan sehat. Ini harus menjadi peluang baru. Tugas kita bersama membangun akses pasar, terutama di luar negeri karena potensinya sangat besar," tandas Khofifah.
Menurut data dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun ini diprediksi mencapai angka 427.600 ekor. Namun, ketersediaan stok di lapangan jauh melampaui angka permintaan yang telah diprediksi tersebut untuk seluruh jenis ternak.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Indyah Aryani, menjelaskan bahwa surplus besar ini dapat terwujud berkat pengawasan kesehatan yang ketat. Pengawasan tersebut meliputi pemberian vaksinasi dan disinfektan secara rutin kepada seluruh populasi ternak.