PORTAL7.CO.ID - Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik St. Louis 1 Surabaya, yang diinisialkan sebagai R (15), secara resmi telah menyampaikan permohonan maaf publik. Permintaan maaf ini disampaikan menyusul keterlibatannya dalam sebuah insiden yang mengandung unsur ujaran rasis.
Insiden yang menjadi perhatian publik ini melibatkan interaksi antara R dan Kevon Watt, seorang kreator konten sekaligus YouTuber ternama asal Kanada. Kevon Watt dikenal di dunia maya dengan nama panggung K Showtime.
Peristiwa yang memicu reaksi publik tersebut terjadi pada hari Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Lokasi spesifik kejadian adalah di area Taman Kunang-Kunang yang berlokasi di Kota Surabaya.
Kejadian bermula ketika Kevon Watt sedang menginisiasi dan memimpin sebuah kegiatan komunitas. Kegiatan tersebut berfokus pada permainan bola basket jalanan atau street basketball di area taman tersebut.
Insiden ujaran rasis ini terekam dalam dokumentasi kegiatan yang kemudian tersebar luas di berbagai platform media sosial. Hal ini mendorong perlunya klarifikasi dan pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, pelajar berinisial R tersebut mengambil langkah proaktif untuk mengakui kesalahannya. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas ucapan yang dilontarkannya saat berinteraksi dengan sang YouTuber.
Permintaan maaf terbuka ini diharapkan dapat meredakan ketegangan publik yang muncul akibat peristiwa tersebut. Pihak sekolah dan keluarga pelajar tersebut turut mendampingi proses permintaan maaf ini.
Tujuan dari permintaan maaf ini adalah untuk menunjukkan penyesalan yang mendalam atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkataannya. Hal ini merupakan bagian dari proses pembelajaran karakter bagi pelajar tersebut.
"Seorang pelajar SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya dengan inisial R (15) telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah terlibat dalam insiden ujaran rasis," demikian inti pemberitaan yang disampaikan oleh JABARONLINE.COM.