PORTAL7.CO.ID - Pimpinan Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Novita Wijayanti, melaksanakan kunjungan kerja untuk memastikan stok beras pemerintah tetap aman guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Kunjungan ini dilakukan dengan meninjau langsung kondisi terkini di Gudang Bulog Gumilir, yang berlokasi di Kabupaten Cilacap.

Tujuan utama dari pemantauan langsung ini adalah untuk menjamin bahwa ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi yang stabil dan terkendali. Novita Wijayanti menyatakan bahwa perkembangan ketahanan pangan di Indonesia saat ini menunjukkan tren yang sangat positif dan menggembirakan.

Dilansir dari Detikcom, Novita Wijayanti menyampaikan bahwa kondisi surplus pangan nasional telah berhasil dicapai saat ini. Hal ini merupakan buah dari pengelolaan stok yang optimal dan peningkatan signifikan dalam penyerapan gabah langsung dari para petani di lapangan.

Ia juga menekankan bahwa pemantauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir, guna memastikan tidak ada kendala berarti dalam proses distribusi beras kepada masyarakat luas.

"Kondisi surplus sudah tercapai. Ini menjadi bukti bahwa langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan berjalan dengan baik dan harus terus dipertahankan," ujar Novita Wijayanti dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Selasa (5/5/2026).

Selama berada di lokasi, Novita Wijayanti mengadakan dialog mendalam dengan jajaran pimpinan Bulog setempat. Turut hadir dalam koordinasi tersebut adalah Kepala Bulog Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, beserta Kepala Gudang Bulog Gumilir dan Kepala Gudang Bulog Cindaga.

Fokus utama dari koordinasi tersebut adalah bagaimana mengoptimalkan proses penyimpanan beras serta menyempurnakan mekanisme distribusi pangan yang menjangkau publik. Pemeliharaan rutin terhadap fasilitas gudang juga menjadi poin krusial yang ditekankan agar kualitas beras yang disimpan tidak mengalami penurunan mutu.

Novita Wijayanti secara khusus memberikan penekanan mengenai kebijakan penyerapan gabah petani yang harus dilaksanakan secara ketat. Ia mewajibkan pembelian gabah dari petani harus mengikuti standar harga pembelian pemerintah yang telah ditetapkan.

Harga pembelian gabah yang dimaksud adalah sebesar Rp 6.500 per kilogram, yang dinilai sebagai bentuk dukungan nyata negara terhadap peningkatan kesejahteraan para petani di Indonesia.