PORTAL7.CO.ID - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah mengalihkan fokus utama mereka ke ajang turnamen individu, khususnya Thailand Open 2026, menyusul selesainya agenda besar Thomas Cup dan Uber Cup 2026. Keputusan ini menandai evaluasi strategis mengenai kekuatan atlet jelang kompetisi yang akan datang di Bangkok.
Rombongan atlet Indonesia baru saja menyelesaikan perjuangan di ajang beregu dunia yang berlangsung di Horsens, Denmark, mulai tanggal 24 April hingga 3 Mei 2024. Hasil dari kejuaraan beregu tersebut menunjukkan performa yang beragam antara tim putra dan tim putri.
Tim Thomas Indonesia harus menghentikan langkah mereka pada fase grup, sementara tim Uber Indonesia berhasil meraih hasil yang lebih positif dengan mempersembahkan medali perunggu setelah mencapai babak semifinal. Kinerja ini menjadi bahan pertimbangan PBSI dalam menentukan komposisi tim.
Menjelang digelarnya Thailand Open 2026 pada 12 hingga 17 Mei mendatang, PBSI mulai mematangkan persiapan teknis dan fisik para atlet. Turnamen level Super 500 ini dianggap sebagai panggung penting untuk mengumpulkan poin peringkat dunia.
Indonesia memutuskan untuk menerapkan strategi rotasi pemain, di mana tidak semua sektor akan menurunkan kekuatan terbaiknya secara penuh. Beberapa pemain kunci di sektor tunggal dan ganda utama diistirahatkan demi menjaga stamina dan mempersiapkan strategi jangka panjang.
Di sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting dan Mohammad Zaki Ubadillah akan kembali bertanding setelah sebelumnya membela negara di Thomas Cup, didampingi oleh dua nama lainnya yaitu Prahdiska Bagas Shujiwo dan Muhamad Yusuf. Sektor tunggal putri hanya mengirimkan dua wakil muda, Thalita Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.
Sektor ganda putra juga menunjukkan pembatasan serupa, tidak menyertakan pasangan papan atas seperti Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri, dengan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi menjadi duet eks Thomas Cup yang tersisa. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kembali disatukan, bersama pasangan baru M. Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, serta Muhammad Erwiansyah/Bagas Maulana.
Ganda putri mengandalkan kombinasi Isyana Syahira Meida/Rinjani Nastine bersama kolaborasi senior-junior Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari. Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama penyerangan poin Indonesia ditempatkan pada sektor yang lain.
Berbeda dengan sektor-sektor tersebut, PBSI tampak menurunkan hampir seluruh pemain terbaiknya di sektor ganda campuran, mengindikasikan ambisi besar untuk mendominasi kompetisi di Bangkok. Hal ini kontras dengan kebijakan pengistirahatan di sektor tunggal dan ganda lainnya.