PORTAL7.CO.ID - Mantan pemain tim nasional Brasil, Dedé, memberikan pandangannya mengenai perselisihan yang terjadi antara bintang senior Neymar dan pemain muda Robinho Jr dalam sesi latihan klub Santos pada Minggu, 4 Mei 2026. Dedé berpendapat bahwa ketegangan tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi di tengah tekanan tinggi sepak bola profesional.

Insiden bermula ketika Neymar, yang menjabat sebagai kapten tim, dilaporkan merasa terusik atas gaya permainan giringan bola yang dilakukan oleh Robinho Jr. Situasi ini kemudian memanas menjadi adu mulut dan kontak fisik yang terjadi di area latihan klub yang dijuluki Peixe tersebut.

Dedé berusaha menenangkan suasana dengan membagikan pengalamannya selama menjalani karier profesional melalui sebuah unggahan video di akun media sosial pribadinya. Ia mencoba menormalkan kejadian tersebut sebagai bagian dari dinamika kompetisi yang ketat antar pemain.

"Sepak bola itu sangat membuat stres, pemain melakukan perjalanan jauh dan lain-lain. Dan sering kali yang menjadi sasaran adalah yang lebih muda dari yang lebih tua. Mengapa? Hierarki sepak bola tidak menerimanya. Bukan tidak menerima, mereka tidak menoleransi, ya? Bahwa yang lebih muda bertindak semaunya dan itu terjadi. Itu normal, kawan. Sekarang di sini saya akan menceritakan kepada Anda kisah-kisah yang terjadi pada saya tentang konflik dalam sepak bola," ujar Dedé.

Mantan bek tersebut kemudian mengenang kembali momen ketika ia membela Cruzeiro pada musim 2013, tahun di mana tim tersebut berhasil meraih gelar juara Liga Brasil meskipun sempat dilanda konflik internal yang cukup serius di ruang ganti pemain.

"Sebagai gambaran, tim terbaik yang pernah saya bela dalam karier saya adalah Cruzeiro tahun 2013. Kami memiliki kekacauan yang tidak Anda bayangkan. Hampir terjadi bentrokan fisik, tidak sampai bersentuhan, tetapi hampir terjadi. Dua figur besar dalam sepak bola. Di tengah kekacauan itu, Tinga datang dan berkata: 'Teman-teman, kita sudah siap untuk menjadi juara'," kenang Dedé.

Dedé merinci bahwa perselisihan di masa lalu itu melibatkan rekan setimnya sepulang menjalani laga tandang melawan Grêmio, yang berakar dari kesalahpahaman mengenai jadwal penerbangan dan potensi denda dari klub.

"Singkatnya, kami bermain melawan Grêmio di luar dan saat kembali, penerbangan kami seharusnya pukul lima sore, kami mengambil penerbangan yang lebih awal. Saya terlibat dan kami tiba di BH [Belo Horizonte]. Ada denda yang sangat besar untuk kami, dan Tinga datang membela kami. Dalam situasi itu, dua rekan berebut karena ada ucapan buruk tentang perjalanan dan keduanya hampir berkelahi," tutur Dedé.

Peristiwa di masa lalu itu sempat melibatkan tokoh penting di manajemen Cruzeiro seperti Benecy Queiroz, Alexandre Mattos, dan pelatih Marcelo Oliveira. Namun, Dedé menekankan bahwa permasalahan tersebut berhasil diselesaikan secara internal dan tidak pernah mencuat ke publik.