PORTAL7.CO.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Rumah Sakit AR Bunda, Prabumulih, Sumatera Selatan, pada Selasa dini hari (28/4/2026). Peristiwa ini melibatkan seorang pasien lanjut usia yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di fasilitas rumah sakit.
Korban diketahui berinisial MS, seorang pria berusia 62 tahun, yang menghembuskan napas terakhirnya di area kamar mandi atau toilet kamar rawat inap kelas III. Penemuan ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, memicu investigasi internal pihak rumah sakit.
Kondisi ini menambah duka bagi keluarga pasien, mengingat MS baru saja menjalani serangkaian prosedur operasi beberapa hari sebelum insiden tragis tersebut. Pihak rumah sakit dan keluarga kini tengah berusaha memahami kronologi pasti kejadian tersebut.
Akselerasi Kesejahteraan: PKH Tahap II Cair Mei 2026 Didukung Penuh Sistem Data Tunggal Terkini
Dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh korban tak lama setelah ia mendapatkan perawatan medis pasca-operasi. Hal ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang setempat.
Pihak rumah sakit menyatakan keterkejutan mendalam atas penemuan tragis tersebut, terutama mengingat status MS sebagai pasien yang baru selesai menjalani tindakan medis penting. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan dan kondisi psikologis pasien pasca-operasi.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, peristiwa nahas tersebut terjadi di toilet kamar rawat inap kelas III, yang merupakan lokasi terakhir korban terlihat sebelum ditemukan meninggal dunia. Detik-detik penemuan ini menjadi momen yang sangat mengguncang bagi para saksi.
"Seorang pria lanjut usia berinisial MS (62) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis di Rumah Sakit AR Bunda, Prabumulih, Sumatera Selatan," demikian keterangan awal mengenai kejadian tersebut.
Lebih lanjut, media sumber menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Selasa (28/4/2026) pagi, sekitar pukul 05.00 WIB, di ruang toilet kamar rawat inap kelas III. Hal ini menggarisbawahi waktu spesifik ketika peristiwa tersebut terungkap.
"Peristiwa tersebut mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga pasien dan staf rumah sakit, mengingat korban baru saja menjalani prosedur operasi beberapa hari sebelumnya," ujar salah satu perwakilan rumah sakit.