PORTAL7.CO.ID - Memasuki penghujung bulan suci Ramadan tahun 2026, umat Muslim di Kota Bekasi perlu memastikan kembali jadwal waktu krusial ibadah puasa. Informasi mengenai waktu imsak dan berbuka puasa sangat penting untuk menjaga ketepatan waktu pelaksanaan ibadah.
Untuk hari Senin, 16 Maret 2026, yang bertepatan dengan tanggal 26 Ramadan 1447 Hijriah, telah tersedia panduan resmi yang dapat dijadikan acuan utama oleh masyarakat setempat. Kementerian Agama (Kemenag) RI secara rutin menerbitkan jadwal imsakiyah ini sebagai pedoman nasional bagi seluruh wilayah Indonesia.
Penetapan waktu imsak, yaitu batas akhir menahan diri dari makan dan minum, dilakukan sepuluh menit sebelum waktu salat Subuh tiba. Ketentuan ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan margin waktu aman bagi para jamaah sebelum azan Subuh berkumandang.
Sementara itu, momen berbuka puasa ditandai dengan masuknya waktu salat Maghrib, yang menandakan berakhirnya kewajiban puasa seharian penuh. Waktu Maghrib ini menjadi penentu resmi bagi umat Muslim untuk membatalkan puasanya.
Jadwal imsakiyah Ramadan 1447 H untuk Kota Bekasi pada hari tersebut telah dirangkum berdasarkan penetapan resmi pemerintah. Informasi ini disusun untuk memudahkan perencanaan aktivitas harian selama berpuasa di hari ke-26 Ramadan.
Menurut data yang tersedia, waktu Imsak untuk Kota Bekasi pada Senin, 16 Maret 2026, ditetapkan pukul 04.32 WIB. Kemudian, waktu salat Subuh akan dimulai tepat pada pukul 04.42 WIB, menjadi penanda dimulainya hari puasa.
Adapun waktu yang ditunggu-tunggu umat Muslim, yakni waktu berbuka puasa atau Maghrib, dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.08 WIB. Penetapan waktu ini harus dipatuhi agar ibadah puasa tetap sah sesuai syariat.
Sebelum memulai ibadah puasa, umat Muslim dianjurkan untuk membaca niat puasa yang telah ditetapkan. Teks niat puasa dalam bahasa Arab latinnya adalah "Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala."
Niat tersebut memiliki makna mendalam, yaitu "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala," sebagaimana dijelaskan dalam panduan tersebut. Hal ini menegaskan komitmen spiritual dalam menjalankan ibadah wajib tersebut.